Blog Drh. YUDI Selamat Datang di Blog Drh YudiBlog Drh. YUDI Blog Ini Menyajikan Informasi Tentang Kesehatan Hewan dan Peternakan. Selamat Membaca dan Terima Kasih Blog Drh. YUDI

Perunggasan Siap Menyongsong 2012

Tahun 2012 sudah di depan mata. Siap ataupun tidak kita semua akan menjalani tahun 2012. Kekhawatiran, keraguan atau bahkan optimisme merupakan suatu hal yang wajar.

Optimisme pada tahun 2012, salah satunya muncul dari Drh. Sugeng Pujiono, Marketing Manager PT. Sanbe Farma. Menurutnya bisnis perunggasan di tahun 2012 nanti lebih menarik dan menjanjikan disbanding tahun sebelumnya.

“Jika pada tahun 2009 lalu, saya mengatakan optimis akan prospek perunggasan di tahun 2010. Dengan prediksi perkembangan sekitar 12 persen. Lalu untuk saat ini, saya katakana aka nada perkembangan lebih dari 12 persen pada tahun 2012 nantinya,” kata Sugeng.
Tahun ini, Sugeng menambahkan, tiga negara di Asia seperti China, India dan Indonesia terus mengalami peningkatan ekonomi. Dan yang lebih menjanjikan lagi ialah cadangan devisa Indonesia yang mencapai USD 124,5 triliun. “Sangat luar biasa cadangan devisa sebesar itu, dan itulah yang akan menjadi modal bisnis apapun di tahun depan nantinya,” ungkap Sugeng.

PT. Sanbe Farma akan mengembangkan vaksinnya di tahun 2012. Di antaranya ialah skala produksinya, variasi produk dan disamping mempersiapkan R&D untuk mengantisipasi perubahan-perubahan yang positif dari perdagangan dunia.

“Masih tetap fokus pada vaksin, dimana lebih mengembangkan skala produksi dan bidang-bidangnya. Dalam artian, kami akan mengembangkan vaksin selain untuk unggas, yakni vaksin untuk hewan besar, pet animal dan vaksin ikan yang akan kami buat fenomenal. Fenomenal karena memang selama ini di Indonesia maupun dunia tidak biasa mendengar vaksin untuk ikan,” jelas Sugeng.

Rencananya PT. Sanbe Farma akan mulai memproduksi vaksin ikan tersebut pada bulan Maret-April. Selain itu, juga akan memperbesar produksi probiotik powder yang selama ini Indonesia hanya bisa mengimpor dari luar negeri.
Nilai investasi untuk vaksin PT. Sanbe Farma pada tahun 2012 nanti bertambah sekitar 2/3 dari nilai investasi yang sudah dikeluarkan sebelumnya. Dimana nilai investasi yang terserap pada tahun 2011 ini mencapai Rp.140 milyar.

Tetap waspada
Untuk proyeksi penyakit tahun 2012, Ditkeswan memperkirakan akan sama dengan tahun 2011 yaitu seputar ND, AI dan IBD. “Kewaspadaan terhadap penyakit yang dipengaruhi iklim dan cuaca harus selalu diperhatikan. Berdasarkan data, kejadian penyakit akan meningkat di triwulan pertama, kemudian bertahan dan menurun di triwulan kedua,” terang Pudjiatmoko.

Untuk mengatasi dan mencegah penyebaran penyakit, ia menyarankan pencegahan perlu dilakukan mulai dari hulu, tidak hanya hilir saja. Penerapan biosekuriti dan sanitasi yang ketat oleh peternakan ataupun masyarakat tetap menjadi prioritas untuk mencegah dan menanggulangi merebaknya penyakit. Selain itu kebijakan pengendalian penanggulangan penyakit unggas khususnya AI melalui kompartementalisasi dan zonasi harus terus dilaksanakan.

Penataan kompartemen dengan melakukan serangkaian kegiatan untuk mengkondisikan suatu usaha peternakan unggas agar memiliki status kesehatan hewan yang jelas, melalui penerapan GBP/GFP, biosekuriti, surveilans dan vaksinasi. Sedangkan penataan zona merupakan rangkaian kegiatan untuk mengkondisikan suatu zona agar memiliki status kesehatan hewan yang jelas, melalui penerapan GFP, biosekuriti surveilans dan vaksinasi.

Dengan melakukan kegiatan ini, lanjut Pudjiatmoko, diharapkan dapat mengendalikan dan memberantas penyakit AI, menjamin agar unggas dan produk unggas yang dihasilkan aman dan terbebas dari virus penyakit AI. Mencegah masuk dan menyebarnya penyakit AI melalui lalu lintas perdagangan unggas dan produk unggas antar daerah dan antar negara, dan membuka peluang perdagangan baik dalam negeri maupun luar negeri.

Drh.Sudarmono dari UPPAI Pusat menginformasikan bahwa pemerintah telah membentuk Petugas Veteriner Unggas Komersial (PVUK) yang dikhususkan untuk sektor 3 komersial yang cukup rawan, khususnya populasi kecil menengah. PVUK akan membantu peternak dalam meningkatkan manajemen beternak, meningkatkan produktivitas, menangani penyakit, dan penerapan biosekuriti. Saat ini PVUK baru ada di Provinsi Lampung (Kabupaten Lampung Selatan dan Lampung Timur), Jawa Barat (Tasikmalaya), Jawa Tengah (Boyolali) dan Jawa Timur (Kediiri). Satu kabupaten terdapat 4 petugas PVUK yang berlatar belakang dokter hewan. Program ini sudah berjalan satu tahun dan segera akan ditularkan ke provinsi lain.

Sumber: Poultryindonesia.com



Artikel Terkait:

Bookmark and Share

3 Komentar:

Herry Sonjaya said...

Info yang bagus bagi dunia kesehatan ternak....

Oky dwi setyawan said...

sangat membantu kami dari mahasiswa peternakan yang ada di ksdiri,...smoga dengan adanya info2 mengenai dunia peternakan dapat di angkat sebagai topik agribisnis juga.

Dewa Bola said...

Agen SBOBET - Agen JUDI - Agen Judi Online - Agen Bola - Agen 988Bet
Agen Sbobet
Agen Judi Online
Agen Judi
Bandar Judi
Agen Bola Bonus
Bandar Asia77
Agen Poker
Agen Asia8
Agen 1sCasino
Agen Casino
Agen Bola IBCBET
Agen Bola Sbobet
Prediksi Bola

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

  © Blog drhyudi by Ourblogtemplates.com

BACK TO TOP