Blog Drh. YUDI Selamat Datang di Blog Drh YudiBlog Drh. YUDI Blog Ini Menyajikan Informasi Tentang Kesehatan Hewan dan Peternakan. Selamat Membaca dan Terima Kasih Blog Drh. YUDI

Pelaksanaan Kegiatan THL Dokter Hewan Dan Paramedik Veteriner TA. 2010

Pendahuluan

1. Latar belakang


Kejadian wabah penyakit hewan menular seperti Avian Influenza (AI) dan penyakit hewan menular (PHM) lainnya sangat merugikan masyarakat terutama dari dampak ekonomi yang ditimbulkan disamping juga dapat menimbulkan keresahan batin masyarakat dalam mengkonsumsi pangan yang berasal dari hewan. Program pemberantasan dan pengendalian penyakit hewan sebagai upaya meningkatkan status kesehatan hewan memerlukan dukungan sumber daya manusia dokter hewan maupun paramedik veteriner yang mempunyai integritas serta bertanggungjawab dalam pelaksanaan tugasnya.


Pemerintah Pusat c.q Direktorat Jenderal Peternakan dalam kebijakan pengendalian penyakit hewan strategis (AI, Rabies, Antraks, Brucellosis dan Hog Cholera) masih berperan besar. Dengan perkembangan otonomi daerah saat ini, Pemerintah Daerah Propinsi/Kabupaten/Kota kondisi saat ini masih mengalami kekurangan tenaga Dokter Hewan dan Paramedik Veteriner.

Guna mendukung kelancaran pelaksanaan tindakan pencegahan, pemberantasan dan penanggulangan PHM tersebut diperlukan Dokter Hewan maupun Paramedik Veteriner (Paravet) yang memadai baik secara kualitas maupun kuantitas, maka Direktorat Jenderal Peternakan mengalokasikan pengangkatan tenaga dokter hewan dan paramedik veteriner (paravet) sebagai tenaga harian lepas (THL) yang ditempatkan di Pusat/UPT Pusat, Dinas yang membidangi fungsi Peternakan dan Kesehatan Hewan di Propinsi, Kabupaten dan Kota.


Dengan adanya tenaga harian lepas Dokter Hewan dan Paravet tersebut diharapkan dapat bersinergi dengan program pengendalian penyakit hewan menular yang telah dilakukan sebagai penggerak kegiatan operasional pemberantasan dan pengendalian penyakit hewan menular di lapangan yang tidak ada atau kekurangan tenaga Dokter Hewan/ Paramedik Veteriner.



2. Tujuan


A. Sebagai upaya dalam kegiatan pencegahan, pemberantasan dan pengendalian penyakit Avian Influenza dan penyakit hewan menular lainnya dengan melibatkan peran serta tenaga Dokter Hewan dan Paramedik Veteriner yang berasal dari masyarakat.

B. Sebagai upaya meningkatkan pelayanan kesehatan hewan dengan mengalokasikan tenaga dokter hewan maupun Paramedik Veteriner di lapangan.

3. Sasaran


Terkendalinya situasi penyakit hewan dengan upaya meningkatkan pelayanan di bidang kesehatan hewan terkait kegiatan pemberantasan dan pengendalian penyakit hewan menular.


4. Hasil yang diharapkan


Dengan adanya tenaga THL Dokter Hewan dan Paramedik Veteriner dapat menjadi penggerak secara operasioanl kegiatan pencegahan dan pengendalian PHM di lapangan khususnya Avian influenza sehingga diharapkan dapat menangani kasus penyakit hewan dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program pencegahan dan pengendalian penyakit hewan.


II. Perkembangan jumlah THL Dokter Hewan dan Paramedik Veteriner (Paravet)


Kegiatan tenaga harian lepas (THL) Dokter Hewan dan Paramedik Veteriner dalam rangka Pemberantasan dan Pengendalian Penyakit Hewan Menular Avian Influenza (AI) dan Penyakit Hewan Menular Lainnya dimulai pada TA. 2006/2007 dengan jumlah Dokter hewan sebanyak 27 orang dan Paramedik veteriner (Paravet) sebanyak 30 orang yang tersebar di Pusat/UPT Pusat dan 12 Propinsi yaitu Propinsi DKI Jakarta, NAD, Banten, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kep. Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI.Yogyakarta, Jatim, Lampung dan Bali.


Pada TA. 2008 telah direkrut Dokter Hewan sebanyak 160 orang dan Paravet sebanyak 64 orang, sedangkan pada TA. 2009 sebanyak 60 dokter hewan dan 59 orang Paravet, sehingga jumlah realisasi sampai saat ini sebanyak 248 Dokter Hewan dan 153 orang Paravet yang tersebar di Pusat/UPT Pusat dan 20 Propinsi yaitu Propinsi NAD, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Kep. Riau, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI. Yogya, Jawa Timur, Bali, NTB, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi tenggara dan Bangka Belitung.


Data permintaan Dinas yang membidangi fungsi Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi/Kabupaten/Kota yang masih membutuhkan tenaga THL Dokter Hewan dan Paravet sebagai berikut :



1. Propinsi Banten (Kabupaten Serang dan Lebak);

2. Propinsi Lampung
3. Kalimantan Barat (Kab. Pontianak, Landak, Sambas, Singkawang, Bengkayang, Sanggau, Sekadau, Melawi, Sintang, Kapuas Hulu, Ketapang, Kayong Utara, Kubu Raya);
4. Propinsi Bengkulu (Kab. Bengkulu Utara, Rejang Lebong, Kaur);
5. Propinsi Jawa Barat (Kab. Bandung Barat, Sumedang, Indramayu, Bogor dan Kota Bogor);
6. Propinsi Bangka Belitung;
7. Propinsi Jawa Timur (Kab. Gresik, Tl. Agung, Lamongan, Tuban, Magetan, Jombang, Blitar);
8. Propinsi NAD (Kab. Aceh Utara);
9. Propinsi Kalimantan Selatan (Kab. Hulu Sungai Utara, Tanah Bumbu);
10. Propinsi DI. Yogyakarta;
11. Propinsi Jawa Tengah (Kab. Banyumas);
12.Propinsi Sumatera Utara (Kab. Simalungun dan Nias, Serdang Badagai);
13.Propinsi Sumatera Selatan
14.Propinsi Kep. Riau (Kab. Bintan);
15.Propinsi NTB (Kab. Bima, Sumbawa);
16.Propinsi NTT
17.Propinsi Riau (Kab. Rokan Hilir, Bintan, Bengkalis);
18.Propinsi Bali (Kab. Karangasem);
19.Propinsi Bangka Belitung (Bangka Tengah, Kota Pangkalpinang);
20. Propinsi Maluku;
21. Propinsi Maluku Utara;
22. Propinsi Sulawesi Selatan;
23. Propinsi Gorontalo;
24. Propinsi Papua.


III. Pelaksanaan kegiatan THL


Kegiatan THL Dokter hewan dan paramedis veteriner antara lain :


1. Membantu pelaksanaan pengendalian dan pemberantasan penyakit AI meliputi vaksinasi, desinfeksi, sosialisasi dan pengawasan lalu lintas ternak.

2. Membantu pelaksanaan pelayanan kesehatan hewan besar dan hewan kecil di Poskeswan dan klinik hewan.
3. Membantu kegiatan pengambilan, pemeriksaan dan diagnosa penyakit di laboratorium kesehatan hewan.
4. Sosialisasi, infestigasi dan survellen kasus gigitan anjing serta penertiban dan eliminasi anjing liar untuk pencegahan dan pengendalian rabies
5. Pemantauan kegiatan kesehatan hewan di rumah pemotongan hewan
6. Data laporan populasi ternak, situasi umum penyakit hewan menular dan gangguan reproduksi.
7. Membantu kegiatan PDSR ke lapangan dalam hal penelusuran kasus AI serta kegiatan monitoring dan pengendaliannya, melakukan observasi di lapangan pasca kasus AI melalui kegiatan penyuluhan, pengisian kuisioner dan penyebaran brosur/leaflet.
8. Kegiatan kesmavet berupa pengawasan penjualan daging ayam dan sapi di pasar-pasar tradisional, dan pengujian kualitas susu dan daging di laboratorium.


IV. Kendala yang dihadapi


Pelaksanaan kegiatan Tenaga harian lepas Dokter Hewan dan Paramedik Veteriner masih terkendala faktor berikut :


1. Adanya permintaan kebutuhan tenaga THL dari Dinas Propinsi/Kabupaten/Kota, dalam rangka pemberantasan dan pengendalian penyakit hewan menular dan mengingat cakupan luas wilayah di Propinsi/Kabupaten/Kota serta adanya pemekaran wilayah terkait otonomi daerah sehingga jumlah realisasi THL Dokter hewan dan Paravet pada saat ini masih belum mencukupi, sehingga masih sangat dibutuhkan tenaga THL dokter Hewan dan Paramedik Veteriner tersebut dalam upaya peningkatan status kesehatan hewan.


2. Mengingat sebagian THL ada yang lulus CPNS di Pusat/Daerah maupun mengundurkan diri karena telah bertugas di tempat lain, sehingga terjadi perubahan data realisasi tenaga THL yang telah ada/direkrut.


3. Tidak ada alokasi anggaran untuk pemantauan/evaluasi THL Drh dan Paravet


V. Upaya Tindak lanjut :



1. Menghimbau Pemerintah Daerah untuk dapat mengalokasikan/formasi dalam mengangkat tenaga THL dokter Hewan dan paramedik Veteriner menjadi PNS daerah.


2. Sosialisasi rencana THL pasca kontrak terkait alternatif I sebagai CPNS, alternatif II sebagai manajer program PMD/SMD dan alternatif III sebagai tenaga magang di luar Negeri yang mendapatkan pelatihan/training khusus sesuai keahliannya.


3. Data ulang realisasi THL Dokter Hewan dan paramedik Veteriner


Sumber: keswan.ditjennak.go.id



Artikel Terkait:

Bookmark and Share

2 Komentar:

Anonymous said...

gimana cara agar menjadi paravet ( thl )dan syarat yang di perlukan?sebab di kota kabupaten saya kutai timur belum ada?jangan spam....okey.tks slamet widodo,s.p(t)?

Anonymous said...

maaf,sebelumnya pak mo tanya apakah THL paramedik pada tahun 2011???

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

  © Blog drhyudi by Ourblogtemplates.com

BACK TO TOP