Blog Drh. YUDI Selamat Datang di Blog Drh YudiBlog Drh. YUDI Blog Ini Menyajikan Informasi Tentang Kesehatan Hewan dan Peternakan. Selamat Membaca dan Terima Kasih Blog Drh. YUDI

Seluruh Kabupaten/Kota di Bali Tertular Rabies

Sejak dinyatakan tertular rabies pertama kali tanggal 1 Desember 2008 yang dinyatakan melalui peraturan Menteri Pertanian No. 1637 Tahun 2008, penyebaran rabies di Bali kini telah menyebar di seluruh daerah kabupaten dan kota.

Daerah kabupaten yang terakhir tertular yaitu Jembrana. Jembrana yang selama ini dinyatakan masih bebas akhirnya tertular setelah ditemukannya anjing yang mati dan positif rabies melalui pemeriksaan laboratorium.

Sedangkan untuk kasus kematian pada manusia sejauh ini masih dalam kajian. Memang ada satu warga meninggal dari Jembrana yang dicurigai menderita rabies. Warga meninggal berasal dari Yeh Sumbul Mendoyo, daerah yang sama tempat anjing mati karena rabies ditemukan. Dari otopsi verbal atau keterangan keluarga, korban memang sempat digigit anjing pada Mei lalu. Namun menurut Sutedja, korban juga mengalami lumpuh layu dan kemungkinan besar dari gejala yang dialami lebih mengarah ke penyakit lumpuh layu dibandingkan dengan rabies. ''Untuk memastikannya kita perlu tes laboratorium,'' ujar Kadiskes Bali dr. Nyoman Sutedja (Bali post, 7 Juli 2010).

Korban Meninggal
Hingga saat ini korban meninggal karena rabies tercatat 73 orang di seluruh Bali dengan rincian, Karangasem (23), Denpasar (7), Badung (15), Tabanan (16), Gianyar (2), Buleleng (8), dan Bangli (2). Dari 73 tersebut 35 di antaranya sudah dinyatakan positif lewat pemeriksaan laboratorium. ''Sisanya diketahui lewat keterangan keluarga serta gejala klinis,'' ujar Sutedja. Menurutnya dari 73 korban meninggal memang tidak semua bisa dilakukan pemeriksaan laboratorium. Hal ini disebabkan ada beberapa korban yang meninggal di rumah dan telanjur dikubur, sehingga informasi hanya bisa digali lewat catatan medis serta cerita dari keluarga.

Sutedja hanya berharap dalam mengatasi rabies semua pihak ikut terlibat, tidak lepas dengan peran serta masyarakat. ''Kalau punya anjing dirawat dengan benar. Diikat dan divaksin. Jika anjingnya beranak, anaknya pun harus divaksin jika usianya sudah tiga bulan,'' imbaunya.




Artikel Terkait:

Bookmark and Share

0 Komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

  © Blog drhyudi by Ourblogtemplates.com

BACK TO TOP