Blog Drh. YUDI Selamat Datang di Blog Drh YudiBlog Drh. YUDI Blog Ini Menyajikan Informasi Tentang Kesehatan Hewan dan Peternakan. Selamat Membaca dan Terima Kasih Blog Drh. YUDI

Rabies Kembali Menelan Korban

Untuk kesekian kalinya, anjing terduga rabies kembali merenggut nyawa warga Bali, kali ini menimpa Ni Wayan Rondi (50), asal Banjar Perasi Klod, Kabupaten Karangasem.

"Ini kasus yang kesekian kalinya, korban meninggal hanya beberapa jam setelah dilarikan ke rumah sakit ini," kata Kasi Pelayanan Medis Rawat Jalan, RSUP Sanglah, dr Ken Wirasandi, di Denpasar, Senin (5/7/2010).

Korban dilaporkan digigit anjing sekitar tiga bulan lalu, baru dibawa ke RSUP Sanglah Minggu sore, dalam kondisi yang sudah sangat memprihatinkan.

Berdasarkan penjelasan pihak keluarga, sejak digigit anjing, korban tidak diberikan perawatan luka, termasuk tidak pernah mendapatkan suntikan virus anti rabies (VAR).

"Pihak keluarga korban tidak mengira jika gigitan anjing di sekitar tempat tinggalnya itu bakal berakibat fatal terhadap nyawa Rondi,” tutur dr. Ken.
Setelah digigit anjing tersebut, kondisi kesehatan Rondi dalam tiga bulan terakhir terus menurun, hingga akhirnya dilarikan ke RSUP Sanglah guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Korban tiba di RSUP Sanglah pukul 12.30 Wita, namun tidak sampai tiga jam dirawat, akhirnya menghembuskan nafas terakhir di IRD Soka di rumah sakit terbesar di Pulau Dewata itu.

Atas meninggalnya korban akibat gigitan anjing terduga rabies itu, dr Ken menyatakan kondisi korban sudah terlambat untuk mendapatkan perawatan medis.
Saat datang, kondisi korban terlihat stres dan mengalami ketakutan luar biasa terhadap air maupun cahaya. "Korban mengalami gejala klinis gelisah, takut dengan air maupun cahaya," ucapnya.

Kondisi itu membuat petugas kesulitan untuk memberikan obat guna menolong nyawanya, karena saat akan ditangani petugas medis, korban terus melawan.

Berdasarkan hasil uji klinis yang dilakukan terhadap korban, ujar dia, terindikasi positif mengarah pada gejala virus rabies.

Pihak keluarga sore itu juga membawa pulang jenazah korban dengan mobil ambulans rumah sakit ke kampung halaman di Karangasem untuk dikuburkan.

Rondi merupakan korban tewas pertama akibat gigitan anjing gila pada bulan Juli, setelah sebelumnya terdata belasan korban gigitan anjing yang juga meninggal dunia.

Kasus gigitan anjing itu di antaranya menewaskan bocah SD, Nyoman Sinarjana (9) asal Banjar Umasari Kauh, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, yang juga meninggal di RSUP Sanglah, Minggu 27 Juni lalu.

Sumber: Kompas.com


Artikel Terkait:

Bookmark and Share

1 Komentar:

Mang Odeng said...

gorokun | Tablet | Cerita | unsil | muhammadiyah | ceritalucu

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

  © Blog drhyudi by Ourblogtemplates.com

BACK TO TOP