Blog Drh. YUDI Selamat Datang di Blog Drh YudiBlog Drh. YUDI Blog Ini Menyajikan Informasi Tentang Kesehatan Hewan dan Peternakan. Selamat Membaca dan Terima Kasih Blog Drh. YUDI

Margin Keuntungan Peternak Makin Tipis

Saat ini margin keuntungan peternak semakin tipis. Harga jual produk peternakan, seperti daging ayam, telur, dan daging sapi, cenderung rendah, sementara harga pakan stabil tinggi.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Produsen Pakan Indonesia Sudirman di Jakarta, Senin (7/6), harga pakan sangat dipengaruhi harga bahan baku, terutama jagung. Sebab, kebutuhan jagung untuk bahan baku pakan mencapai 50 persen.

Saat ini, saat sedang panen, harga jagung relatif masih tinggi, yakni Rp 2.350 per kilogram. Biasanya, saat panen harga jagung Rp 1.800-Rp 2.000 per kg.

Mengingat pasokan berkurang, impor jagung diperkirakan bakal tinggi dan bisa mencapai 1 juta ton sampai akhir tahun 2010. Pada kuartal I-2010, impor jagung mencapai 600.000 ton, padahal tahun sebelumnya hanya 400.000 ton.

Meski harga jagung tinggi, harga bungkil kedelai mulai turun. Jika pada kuartal I harga bungkil kedelai 480 dollar AS per ton, saat ini 430 dollar AS.

Masalah utama industri peternakan akibat rendahnya daya beli masyarakat. Ini tampak dari rendahnya harga jual produk unggas, seperti daging ayam broiler dan telur.

”Harga telur baru mulai tumbuh pada pekan ini. Sebelumnya harga daging dan telur di bawah biaya produksi,” katanya.

Berdasarkan data Pusat Informasi Pasar Unggas Nasional, harga telur ayam pada pekan keempat Mei 2010 mencapai Rp 10.500 per kg.

Namun, mulai pekan lalu naik tipis mencapai Rp 11.700 per kg, tetapi kenaikannya masih di bawah harga telur pada Juni 2009 yang mencapai Rp 12.200 per kg.
Harga daging ayam broiler dengan berat 1,6-1,8 kg Rp 13.300 atau naik Rp 600 dibandingkan dengan harga pada 21 Juni 2010. Adapun harga daging sapi hidup saat ini Rp 20.000 per kg, sebelumnya Rp 25.000 per kg.

Marsudi (38), peternak ayam potong di Purwodadi, Jawa Tengah, mengungkapkan, keuntungan beternak ayam potong saat ini kecil.
Per ekor hanya dapat untung bersih Rp 700, sudah dipotong untuk membayar pekerja. ”Biaya penghangatan juga naik karena harga gas naik. Sedikit-sedikit masih untung,” tutur Marsudi.

Boim, peternak itik di Cirebon, menyatakan, harga telur bebek cenderung stagnan. Saat ini Rp 1.100-Rp 1.200 per kg. Namun, harga pakan, terutama konsentrat eceran tinggi, mencapai Rp 7.200 per kg.

Kebutuhan konsentrat untuk pakan itik bisa mencapai 25 persen. Sementara itu, harga jagung giling eceran Rp 2.700 per kg dan katul Rp 1.200. Rata-rata biaya produksi per butir telur bebek Rp 500-Rp 600. Adapun harga per butir telur bebek dengan produktivitas 65 persen sekitar Rp 700 per butir. (MAS)

Sumber: Kompas.com




Artikel Terkait:

Bookmark and Share

0 Komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

  © Blog drhyudi by Ourblogtemplates.com

BACK TO TOP