Blog Drh. YUDI Selamat Datang di Blog Drh YudiBlog Drh. YUDI Blog Ini Menyajikan Informasi Tentang Kesehatan Hewan dan Peternakan. Selamat Membaca dan Terima Kasih Blog Drh. YUDI

Dokter Hewan TSI Siap Operasi Tupan

Tim dokter hewan Taman Safari Indonesia siap mengoperasi Tupan. Harimau sumatera berusia tujuh tahun itu ditemukan dalam keadaan terluka parah dengan beberapa luka tembak di perut dan pantat.

Yohana Tri Hastuti Muara Emad, salah satu dokter hewan di Rumah Sakit Hewan TSI Cisarua, mengatakan, kondisi fisik Tupan yang dirawat sejak 26 Mei lalu telah membaik.

”Tupan sejak Minggu kemarin tidak lagi diinfus dan tidak lagi diberi antibiotik. Hasil tes darahnya pun bagus. Pekan ini, Tupan bisa dioperasi untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di tubuhnya,” kata Yohana di RSH TSI, Selasa (8/6).

Tupan ditemukan aktivis lingkungan Fauna Flora Internasional dan Perlindungan Harimau Sumatera di dalam perangkap untuk pendataan harimau di kawasan hutan, Desa Muara Emad, Kecamatan Batang Meranin, Kabupaten Kerinci, Jambi, pada 17 Mei. ”Tupan terlihat beberapa kali oleh masyarakat setempat, termasuk di jalan desa. Bisa jadi luka tembak itu akibat upaya warga mengusirnya,” katanya.

Saat ditemukan, kondisinya sangat lemah. Lukanya masih berdarah dan di ekor ada luka-luka goresan. Hidungnya mimisan dan di dalamnya bersarang sembilan ekor lintah. Taring atas dan bawah kanan mulut patah. Berat badannya 80 kilogram, panjang 166 cm (dari moncong sampai pantat).

Kemarin, di kandang perawatan, Tupan sudah mampu mengaum kencang. Dia juga melompat menyambar daging bebek yang diloloskan Rudi Subagyo, perawat harimau TSI.

”Perkembangannya menggembirakan. Hidungnya tidak mimisan lagi. Badannya sudah gemuk dibanding saat datang. Ada harapan dia bisa sehat kembali. Namun, apakah bisa dilepasliarkan di habitat aslinya kami belum tahu. Tupan adalah titipan Balai Taman Nasional Kerinci Seblat Jambi. Dia di sini karena fasilitas lebih lengkap,” kata Yohana. Saat ini TSI memiliki 36 ekor harimau sumatera (20 jantan, 16 betina), dua di antaranya anakan. Di habitat aslinya diperkirakan tinggal 400 ekor. (RTS)

Sumber: Kompas.com



Artikel Terkait:

Bookmark and Share

0 Komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

  © Blog drhyudi by Ourblogtemplates.com

BACK TO TOP