Blog Drh. YUDI Selamat Datang di Blog Drh YudiBlog Drh. YUDI Blog Ini Menyajikan Informasi Tentang Kesehatan Hewan dan Peternakan. Selamat Membaca dan Terima Kasih Blog Drh. YUDI

Sudah Waktunya KBS Dikembalikan Fungsinya Sebagai Lembaga Konservasi

Kondisi Kebun Binatang Surabaya (KBS) harus segera dibenahi. Sebab, KBS sudah lama dijalankan dengan sistem yang salah. Pernyataan itu ditegaskan oleh Ketua Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI) Rahmat Syah kemarin (17/5).

Bersama beberapa anggota PKBSI yang lain, Rahmat mengunjungi KBS dalam rangka persiapan workshop KBS hari ini (18/5) di Hotel Bumi Surabaya. Rahmat menceritakan, tujuan workshop itu adalah mencari masukan-masukan yang murni untuk perbaikan KBS ke depan.
“Mulai sekarang. KBS harus dijalankan dengan manajemen yang bagus,” kata Rahmat. Sambil berkeliling memantau tiap kandang di KBS, Rahmat menceritakan bahwa proses perbaikan itu bisa berjalan cepat jika manajemennya transparan. “Tidak ada tuduh-menuduh dan fitnah-memfitnah,” jelas dia.

Menurut pria yang menjabat ketua PKBSI selama dua periode itu, sudah waktunya KBS mengembalikan fungsi utamanya sebagai lembaga konservasi. Sebagai lembaga konservasi, KBS harus bisa menjalankan tiga fungsi utama. Pertama, KBS harus bisa melayani aspek pendidikan dan kegembiraan pengunjung. “Intinya, pengunjung harus terhibur selama di dalam KBS,” jelas Rahmat.

Kedua, KBS harus bisa "menyejahterakan" satwa. Menurut Rahmat, satwa hidup sejahtera jika kondisi kandangnya representatif. Sebisa-bisanya, kandang satwa disamakan dengan habitat aslinya. Selain itu, kondisi satwa dalam kandang diusahakan tidak overload atau melebihi kapasitas.

Berdasar pantauan kemarin, Rahmat menegaskan bahwa kandang burung pelikan melebihi kapasitas. Sebab, ada lebih dari 150 ekor burung dalam kandang yang berukuran sekitar 7 x 12 meter tersebut. Selain itu, pihak KBS harus bisa mengupayakan setiap satwa memiliki pasangan.

Fungsi ketiga, KBS dituntut untuk menyejahterakan karyawan. "Karyawan harus merasa tenang bekerja,” tutur Rahmat. Menurut dia, pembagian kerja yang ketat menjadi salah satu unsur yang utama. Selain itu, pihak KBS harus menanamkan kepada seluruh karyawan bahwa mereka mengabdi selain bekerja. “Yakni, pengabdian melestarikan satwa,” jelasnya.

Melalui workshop yang melibatkan Kementerian Kehutanan, Pemkot Surabaya, dan beberapa pihak terkait lainnya, diharapkan KBS bisa menemukan kembali fungsinya sebagai lembaga konservasi. “Bersama-sama kita tata ulang lagi KBS,” tegas dia.

Rahmat menegaskan, upaya mengembalikan fungsi KBS sebagai lembaga konservasi sulit dijalankan kalau pengelola selalu berpikiran tentang uang atau pendapatan. Rahmat berharap, ke depan motivasi mendapatkan uang melimpah itu bisa ditanggalkan dulu. Dia menambahkan, proses pengembalian fungsi KBS bisa berjalan mulus jika pengurus tidak digoyang dengan intrik saling fitnah.

Anthan Warsito, pegawai KBS bagian recording, mengatakan, seluruh karyawan optimistis pengembalian fungsi KBS sebagai lembaga konservasi bisa dijalankan. Menurut dia, saat ini kondisi karyawan semakin membaik. “Meski belum mencapai seratus persen,” katanya.

Karyawan, jelas Warsito, mulai fokus pada urusan pekerjaan. Ke depan, Warsito berharap agar pihak-pihak yang berkepentingan dengan KBS memikirkan masa KBS dalam jangka panjang.

Singky Soewadji, pemerhati satwa liar yang kemarin ikut rombongan PKBSI, mengatakan, kondisi KBS secara umum belum mengalami perubahan lebih baik. Beberapa kekurangan yang dia pantau pada 2008 masih ditemukan kemarin. “Bahkan, ada yang lebih buruk,” jelas mantan pengurus PKBSI itu.

Di antara kekurangan yang semakin memburuk adalah kondisi kandang primata yang minim pepohonan. Padahal, pohon bisa menunjang kandang yang mendekati habitat primata. Selain itu, Singky mengkritik gubuk-gubuk dan kamar di pinggir kandang yang dijadikan tempat tinggal karyawan. “Ini sangat berbahaya,” tuturnya.

Sebab, dalam radius sedekat itu, primata bisa menularkan penyakit TBC dan hepatitis. “Kami berharap, ada perbaikan setelah diadakan workshop,” jelas Singky. (wan/c8/aww)

Sumber: Jawapos.co.id



Artikel Terkait:

Bookmark and Share

0 Komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

  © Blog drhyudi by Ourblogtemplates.com

BACK TO TOP