Blog Drh. YUDI Selamat Datang di Blog Drh YudiBlog Drh. YUDI Blog Ini Menyajikan Informasi Tentang Kesehatan Hewan dan Peternakan. Selamat Membaca dan Terima Kasih Blog Drh. YUDI

Ratusan Peternak Ayam Sumbar Tumbang

Ratusan peternak ayam di Sumatera Barat mengalami kebangkrutan. Hal itu disebabkan oleh membubung dan langkanya pasokan jagung untuk pakan ternak serta anjloknya harga jual telur yang dihasilkan.

Ketua Asosiasi Peternak Ayam Petelur Sumbar Akmal, Minggu (9/5) di Bukittinggi, mengatakan, saat ini ada sekitar 15 persen peternak yang terpaksa gulung tikar dari total 1.800 peternak di seluruh Sumbar.

Jumlah sekitar 270 peternak skala besar dan kecil atau 15 persen dari total 1.800 peternak yang terpaksa bangkrut itu, menurut Akmal, terjadi pada November 2009 hingga Mei 2010.

Menurut Akmal, mahalnya harga jagung akibat stok yang langka menjadi kendala utamanya. Saat ini harga jagung di Sumbar mencapai Rp 2.800 per kilogram (kg) atau jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga jagung di Lampung sebesar Rp 2.200 per kg dan di Medan Rp 2.400 per kg. ”Ini paling mahal di Indonesia,” kata Akmal.

Hal itu terjadi karena produksi jagung di Sumbar yang sebagian besar ditanam di wilayah Kabupaten Pasaman tidak mencukupi permintaan lokal.

Akmal mengatakan, produksi jagung di Sumbar total hanya 400.000 ton per tahun, sedangkan total kebutuhannya 700.000 ton per tahun.

Menurut data Asosiasi Peternak Ayam Petelur Sumbar, total ayam petelur di seluruh Sumbar 6 juta ekor, dan 4,5 juta ekor di antaranya ada di Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh—dua sentra produksi.

Gubernur Sumbar Marlis Rahman mengatakan, pemerintah tidak bisa melarang pabrik pakan ternak membeli jagung panenan lokal Sumbar. Jika itu dilakukan, hal itu akan membuat operasi pabrik pakan ternak terganggu atau bahkan tutup.

Kepala Dinas Peternakan Sumbar Edwardi mengatakan, pihaknya tengah merencanakan perluasan areal tanam jagung untuk mengatasi krisis jagung itu. (INK)

Sumber: Kompas.com




Artikel Terkait:

Bookmark and Share

1 Komentar:

Jimmy Ahyari said...

Turut prihatin Pak.. semoga kelangkaan jagung bisa cepat teratasi.. Amin..

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

  © Blog drhyudi by Ourblogtemplates.com

BACK TO TOP