Blog Drh. YUDI Selamat Datang di Blog Drh YudiBlog Drh. YUDI Blog Ini Menyajikan Informasi Tentang Kesehatan Hewan dan Peternakan. Selamat Membaca dan Terima Kasih Blog Drh. YUDI

Rabies Merebak di OKI Sumsel

Sebanyak 14 orang warga Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan digigit anjing gila atau anjing yang terkena rabies, satu orang di antaranya meninggal dunia, pada 2009.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kabupaten OKI, Yuni Saryani, didampingi Kepala Seksi (Kasi) Kesmavet, drh Surma Diana, dan Kasi Pengamatan dan Penyidikan Penyakit Hewan (P3H), Slamet Mustafa, di Kayuagung membenarkan adanya ancaman rabies dari gigitan anjing liar di daerah itu.

Dia menyebutkan, korban anjing gigitan gila tersebut tersebar di beberapa kecamatan, yakni Kecamatan Kota Kayuagung dua orang, Pangkalan Lampam satu orang, Desa Batu Ampar (Sirah Pulau Padang) Sembilan orang, dan Sungai Menang dua orang.

Satu orang asal Kecamatan Sungai Menang meninggal dunia setelah digigit anjing, tetapi belum bisa dipastikan apakah korban telah tertular penyakit rabies atau tidak. "Saat itu anjing yang menggigit sudah dibunuh, sedangkan keluarga pasien tidak bersedia anaknya divisum, sehingga kami tidak tahu apakah yang bersangkutan sudah terinfeksi rabies atau tidak. Tetapi dilihat dari ciri-cirinya korban meninggal dunia akibat terinfeksi rabies," katanya kepada Antara, Kamis (27/5).

Selama periode Januari-Mei 2010, menurut dia, pihaknya belum mendapatkan laporan mengenai warga yang digigit anjing gila dan meninggal dunia. Pihaknya saat ini telah mengintensifkan petugas lapangan untuk melakukan vaksinasi dan eliminasi terhadap anjing gila, serta anjing liar.

Langkah itu dilakukan dengan cara memberikan racun yang dikenal dengan nama strychnine yang dicampur di dalam usus ayam. Lalu, makanan tersebut diberikan kepada anjing liar dan anjing rabies.

Namun, Disnak OKI saat ini mengalami kekurangan tenaga teknis, mengingat dokter hewan berstatus PNS hanya dua orang. Selain itu, stok racun anjing di Disnak OKI saat ini sudah habis, karena belum ada suplai dari provinsi untuk jatah 2010.

Menurut Kepala Seksi (Kasi) Kesmavet Disnak OKI, drh Surma Diana, didampingi Kasi Pengamatan dan Penyidikan Penyakit Hewan (P3H), Slamet Mustafa, pihaknya setiap tahun menerima stok racun anjing sebanyak 1,3 kilogram yang berasal dari APBD Sumatera Selatan dan APBD OKI.

Melalui dukungan dana APBD provinsi disediakan stok 1 kg, sedangkan APBD kabupaten sebanyak 3 ons, katanya. Menurut dia, racun anjing sebanyak 1,3 kg tersebut ditargetkan mampu membunuh 2.200 ekor anjing liar dan anjing terkena rabies di 18 kecamatan di "Bumi Bende Seguguk”

"Terus terang jatah itu masih kurang, karena seharusnya Disnak OKI disediakan 4-5 kg stok strychnine," ujar dia lagi dan menambahkan pihaknya sampai Desember 2009 membunuh 1.915 ekor anjing liar.

Sedangkan selama lima bulan terakhir, lanjut dia, jumlah anjing liar yang telah dieliminasi baru 92 ekor. Berhubung stok racunnya habis, maka untuk sementara kegiatan pembasmian anjing liar dan berpenyakit rabies dihentikan untuk sementara sampai suplai racun dari provinsi, serta kabupaten tiba, “ kata Surma.

Menurut Surma, hewan bergigi taring tersebut banyak ditemukan di 8 kecamatan, yakni Tanjung Lubuk, Teluk Gelam, Sirah Pulau Padang, Jejawi, Lempuing, Mesuji Raya dan Air Sugihan. Disnak OKI selama 2009 berhasil melakukan vaksin terhadap 2.506 ekor anjing peliharaan warga, sedangkan untuk 2010 datanya belum diterima dari petugas di lapangan.

Surma menambahkan, kendala utama adalah rendahnya kesadaran masyarakat tentang bahaya dari penyakit rabies dan cara penanggulangannya. "Kami saat ini terus proaktif mensosialisasikan kepada masyarakat tentang penyakit tersebut dan bagaimana cara penanggulangannya, serta apa ciri-cirinya," kata dia.


Sumber: Tvone.co.id



Artikel Terkait:

Bookmark and Share

0 Komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

  © Blog drhyudi by Ourblogtemplates.com

BACK TO TOP