Blog Drh. YUDI Selamat Datang di Blog Drh YudiBlog Drh. YUDI Blog Ini Menyajikan Informasi Tentang Kesehatan Hewan dan Peternakan. Selamat Membaca dan Terima Kasih Blog Drh. YUDI

Peternak Ayam Terus Terpuruk

Harga ayam yang terus anjlok, bahkan di bawah biaya produksi, membuat peternak rakyat di Jawa Barat terpuruk. Sejak awal 2010 harga ayam di tingkat peternak turun dari Rp 13.000 per kilogram menjadi Rp 11.000 per kg saat ini.

Peternak di Desa Cipinang, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Waryo Sahru (47), Senin (17/5), mengatakan, harga ayam saat ini lebih rendah daripada biaya produksi sekitar Rp 12.000 per kg.
Biaya produksi ayam per kg antara lain digunakan untuk bibit ayam usia sehari sebesar Rp 4.000, pakan sebesar Rp 5.000, serta komponen lain, seperti listrik, air, tenaga kerja, obat, dan transportasi, sebesar Rp 1.500.

Terdesaknya peternakan rakyat karena industri besar disebabkan penerapan Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Ketentuan itu menggantikan UU No 6/1967 sehingga membolehkan industri besar membuka usaha budidaya dan memasarkan produk. Akibatnya, industri besar juga mengisi pasar peternakan rakyat.

Waryo mengatakan, industri besar peternakan menguasai sebagian besar populasi ayam di Jabar atau sekitar 70 persen. Hanya sekitar 10 persen populasi dikuasai peternakan rakyat mandiri dan sisanya dimiliki peternakan yang bermitra dengan industri besar. Berdasarkan data Dinas Peternakan Jabar, total populasi ayam di Jabar saat ini sekitar 116 juta ekor.

"Industri besar atau integrator berbentuk penanaman modal asing (PMA) itu menguasai mata rantai budidaya, mulai bibit, obat, pemotongan, hingga produk akhir," ujarnya.
Budidaya yang dilakukan industri besar membuat biaya produksi ayam lebih rendah karena sistem produksi terintegrasi dari hulu hingga hilir. Harga jual ayam pun turun. Kondisi itu membuat peternak rakyat menjerit.

Tidak mengontrol
Menurut Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan Peternak Unggas Indonesia Alie Aboebakar, jangkauan industri besar peternakan mulai pasar modern hingga tradisional.
"Pemerintah tak melihat dampak UU Peternakan dan Kesehatan Hewan yang membunuh peternakan rakyat. Apalagi, jika sudah diturunkan menjadi peraturan daerah," ujarnya.

Saat ini di Jabar paling sedikit terdapat empat industri besar peternakan berbentuk PMA. Alie mengatakan, jumlah peternak rakyat di Jabar pun terus menurun. Sekitar lima tahun lalu jumlah itu masih sekitar 8.000 peternak dan turun menjadi 5.000 peternak pada 2009. Saat ini jumlah peternak rakyat sekitar 4.000 orang.

Menurut Alie, nilai perputaran uang dari ternak ayam sangat besar. Nilai itu mencapai sekitar Rp 120 triliun per tahun untuk nasional dengan kebutuhan sekitar 1,5 miliar ayam. Namun, nilai yang dinikmati peternak rakyat hanya sekitar Rp 7,6 triliun.

"Nilai perputaran uang yang besar seharusnya bisa membangkitkan usaha kecil, tapi peternakan rakyat malah terpuruk," katanya. Menurut Ashwin Pulungan (58), peternak di Desa Cipinang, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, harga ayam sempat mencapai titik terendah pada April 2010 sebesar Rp 9.400 per kg. Saat itu perternak sempat menyampaikan aspirasinya kepada Kementerian Pertanian. Namun, langkah konkret belum dilakukan.

Peternak ayam semakin terdesak karena harga pakan melonjak dari Rp 2.700 per kg pada 2009 menjadi Rp 4.900 per kg saat ini. Dalam rentang waktu yang sama, harga bibit ayam usia sehari juga naik dari Rp 3.000 per ekor menjadi Rp 4.600 per ekor saat ini.
"Produksi ayam di Kabupaten Sukabumi, Tasikmalaya, dan Garut menumpuk. Harga hancur dan pemerintah tidak mengontrol harga," katanya. (bay)

Sumber: Kompas.com





Artikel Terkait:

Bookmark and Share

2 Komentar:

ari said...

Selamat Pagi Pak,
Wah sebentar lagi bisa merembet kedaerah saya nih, apalagi saat ini doc susah banget dicari dan harganya udah 5750 per ekor, untuk harga ayam masih bertahan paling rendah 13.000 artinya tipis banget.
Trims pak infonya sangat bermanfaat

ari said...

Selamat Pagi Pak,
Wah sebentar lagi bisa merembet kedaerah saya nih, apalagi saat ini doc susah banget dicari dan harganya udah 5750 per ekor, untuk harga ayam masih bertahan paling rendah 13.000 artinya tipis banget.
Trims pak infonya sangat bermanfaat

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

  © Blog drhyudi by Ourblogtemplates.com

BACK TO TOP