Blog Drh. YUDI Selamat Datang di Blog Drh YudiBlog Drh. YUDI Blog Ini Menyajikan Informasi Tentang Kesehatan Hewan dan Peternakan. Selamat Membaca dan Terima Kasih Blog Drh. YUDI

Impor Sapi Perlu Segera Dibatasi

Pemerintah pusat diharapkan segera membatasi impor sapi yang berdampak pada anjloknya harga jual sapi lokal. Harga sapi yang rendah beberapa bulan terakhir dikhawatirkan berdampak pada rendahnya minat petani memelihara sapi.

Kepala Dinas Pertanian DIY Nanang Suwandi mengatakan, harga sapi lokal saat ini sangat tidak menguntungkan petani. Jika biasanya seekor sapi dijual minimal Rp 9 juta, kini harga jualnya berada pada kisaran Rp 6 juta.

"Kami sudah berkeliling dan memang menemukan bahwa harga sapi lokal memang turun," katanya, Senin (24/5). Salah satunya harga sapi di Pasar Sapi Wonosari, Gunung Kidul, yang menjadi barometer harga sapi di DIY.

Anjloknya harga sapi lokal tersebut sudah disampaikan kepada pemerintah pusat pada sejumlah rapat koordinasi di Jakarta. Dibukanya keran impor daging sapi diduga menjadi penyebab utama turunnya harga sapi lokal.

Permintaan turun
Sejak impor sapi dari Australia marak, permintaan sapi dari provinsi lain ke DIY menurun drastis. Oleh karena itu, pembatasan impor sapi dinilai mendesak dilakukan.

"Impor memang perlu karena produksi sapi dalam negeri memang terbatas. Namun, impor tersebut harus dibatasi," tuturnya. Rendahnya harga sapi lokal bisa mematahkan semangat petani memelihara sapi. Karena itu, pembatasan impor daging sapi, baik yang legal maupun ilegal, mendesak dilakukan.

"DIY ini hanya menerima kiriman daging sapi saja. Kebijakan pengendaliannya tetap di pemerintah pusat," ujarnya.

Di DIY, populasi sapi potong saat ini sekitar 256.000 ekor. Jumlah itu dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan sapi di wilayah DIY sehingga sisanya dipasok ke daerah lain.
Namun, secara nasional, populasi sapi potong belum memenuhi kebutuhan dalam negeri. Impor menjadi jalan keluar.

Saat ini, daging sapi impor diperkirakan masuk ke sejumlah pasar dan pusat perbelanjaan di DIY. Namun, Dinas Pertanian DIY tak bisa mengendalikan peredarannya karena kiriman daging bisa datang dari banyak daerah.

Terkait anjloknya harga sapi lokal, sejumlah peternak terpaksa menunda penjualan sapi. Salah satunya Paikin, yang menunda penjualan sapi hingga Lebaran mendatang. (ARA)

Sumber: Kompas.com


Artikel Terkait:

Bookmark and Share

5 Komentar:

Ega-Priatma said...

Memang perlu banget, dilihat dari sisi negatifnya

Adhie//DesainQu said...

Harusnya populasi sapi lokal harus diperbanyak sehingga kebutuhan akan sapi impor juga berkurang. Contoh Australia, yang populasi ternaknya tinggi.

hendi said...

Saya dukung tuh untuk pembatasan impor sapi , tapi harus ditunjang dengan mutu , kwalitass sapi lokal dong .... ya ga pak dokter.

drhyudi said...

tuk semua komen: saya jg setuju impor sapi dibatasi. selanjutnya sapi lokal dikembangbiakkan tetapi tetap memperhatikan kualitas untuk dapat bersaing dengan sapi impor dan dalam rangka mendukung swasembada daging sapi tahun 2014.

henry said...

guna mempercepat proses produksi sapi ( penggemukan). Kami menawarkan supelen ternak SANTA FE, bahan herbal yang efektif meningkatkan bobot harian. Hub di : http://duniaorganicplus.blogspot.com. terimakasih

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

  © Blog drhyudi by Ourblogtemplates.com

BACK TO TOP