Blog Drh. YUDI Selamat Datang di Blog Drh YudiBlog Drh. YUDI Blog Ini Menyajikan Informasi Tentang Kesehatan Hewan dan Peternakan. Selamat Membaca dan Terima Kasih Blog Drh. YUDI

Pembibitan Sapi: Bank Tidak Siap, Target Tak Tercapai

Bank belum siap menyalurkan kredit usaha pembibitan sapi yang telah digulirkan pemerintah sejak akhir 2009. Dari target penambahan 200.000 sapi induk pada tahun ini, diperkirakan hanya akan tercapai sekitar 60.000 ekor.

Menurut data Direktorat Perbibitan Kementerian Pertanian hingga akhir Februari, jumlah kredit yang disetujui baru 6.280 sapi. Adapun pengajuan yang masih diverifikasi 29.440 ekor.

”Ini karena bank yang sudah menandatangani perjanjian kerja sama pembiayaan dengan Kementerian Keuangan masih terbatas, baru dua bank nasional dan empat bank daerah,” kata Direktur Perbibitan Kementerian Pertanian Gunawan di Jakarta, Senin (29/3).

Bank yang telah menandatangani perjanjian kerja sama pembiayaan (PKP) kredit usaha pembibitan sapi (KUPS) adalah BNI, BRI, BPD Jawa Tengah, BPD Jawa Timur, BPD Yogyakarta, dan BPD Sumatera Utara.

Meski telah menandatangani PKP, menurut Gunawan, masih ada bank yang belum mengirimkan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis ke daerah. Akibatnya, pengajuan kredit belum bisa diproses. ”Dan, tidak semua bank memiliki tenaga ahli bidang peternakan,” ujar dia.

Padahal, tahun 2010, pemerintah mengalokasikan Rp 290 miliar untuk subsidi bunga KUPS. Pada skim KUPS, pemerintah menanggung bunga 9 persen sehingga peternak hanya membayar bunga 5 persen. Kredit ini digulirkan untuk meningkatkan populasi sapi perah dan sapi potong di Indonesia.

Ketua Asosiasi Peternak Sapi Perah Jawa Tengah Agus Warsito menyayangkan ketidaksiapan bank dalam menyalurkan KUPS.

Belum optimalnya penyaluran KUPS, kata Agus, juga karena pemerintah kabupaten/kota belum memahami skim pemberian KUPS. ”Bahkan, ada dinas peternakan di tingkat kabupaten yang melempar tanggung jawab memberikan rekomendasi ke provinsi. Padahal, rekomendasi cukup di tingkat kabupaten. Peternak yang mengerti skim kredit ini juga terbatas,” ujar dia.

Gunawan menjelaskan, pihaknya mengupayakan penambahan bank yang bisa melayani KUPS. ”Sudah tiga bank lagi yang diproses untuk PKP, yakni Bukopin, Mandiri, dan Bank Nagari di Sumatera Barat. Ada satu bank lagi yang mengajukan, tetapi ditolak. Kami akan mengundang perbankan membahas hal ini untuk percepatan,” kata dia. (GAL)

Sumber: Kompas.com

Artikel Terkait:

Bookmark and Share

0 Komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

  © Blog drhyudi by Ourblogtemplates.com

BACK TO TOP