Blog Drh. YUDI Selamat Datang di Blog Drh YudiBlog Drh. YUDI Blog Ini Menyajikan Informasi Tentang Kesehatan Hewan dan Peternakan. Selamat Membaca dan Terima Kasih Blog Drh. YUDI

Indonesia Sasaran Barang Impor Ilegal

Indonesia mulai menjadi sasaran produk pertanian impor ilegal. Kasusnya diketahui setelah upaya memasukkan bawang merah sebanyak 22,5 ton asal Malaysia dan Thailand digagalkan Balai Karantina Pertanian Cilegon pada 1 Maret 2010.

Bawang merah yang rencananya dibawa ke Brebes, Jawa Tengah, itu sebelumnya berhasil lolos masuk ke Indonesia melalui pelabuhan Dumai, tetapi saat diseberangkan melalui Pelabuhan Merak, Provinsi Banten, disita Balai Karantina Pertanian Cilegon karena tidak dilengkapi dokumen karantina.

Bawang merah itu akhirnya dimusnahkan Balai Karantina Pertanian Cilegon, Senin (22/3). Ini merupakan kasus impor ilegal pertama yang digagalkan.

Pemusnahan ini diharapkan dapat memberikan efek jera kepada importir produk pertanian yang berani memasukkan barang tanpa dokumen karantina.

Melimpahnya produk pertanian impor tanpa dokumen dengan harga murah berpotensi mematikan petani dalam negeri.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon Agus Sunanto menuturkan, pemusnahan itu juga untuk mencegah masuknya organisme pengganggu tumbuhan agar tidak membahayakan tanaman bawang merah lokal, khususnya Brebes.

Daging celeng
Selain bawang merah, Balai Karantina Pertanian Cilegon kemarin juga memusnahkan 200 kilogram daging celeng serta dua anjing asal Jambi dan Padang. Daging celeng asal Jambi tujuan Jakarta yang dibawa dengan bus tersebut tidak dilengkapi dokumen karantina. Daging itu ditahan sejak 14 Maret.

Kepala Seksi Karantina Hewan Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon Julia Rosmaya mengatakan, daging yang akan dikonsumsi manusia juga harus memenuhi persyaratan teknis dan administrasi sebelum diangkut ke luar daerah. Hal itu di antaranya meliputi pemeriksaan ante mortem untuk mengetahui sehat tidaknya hewan yang akan dipotong. Setelah hewan dipotong, dilakukan pemeriksaan postmortem dan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui kondisi daging yang akan diedarkan.

Untuk distribusi daging, harus dipakai mobil khusus berpendingin dengan suhu minus 18 derajat celsius. Sementara itu, persyaratan administrasi lalu lintas daging harus melampirkan surat keterangan produk hewan dari dinas berwenang di daerah asal.

Selain itu, juga harus dilengkapi surat rekomendasi pemasukan dari dinas berwenang daerah tujuan dan dilaporkan kepada karantina pertanian wilayah kerja Bakauheni, Lampung, dan Merak, Banten. (CAS)

Sumber: Kompas.com



Artikel Terkait:

Bookmark and Share

0 Komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

  © Blog drhyudi by Ourblogtemplates.com

BACK TO TOP