Blog Drh. YUDI Selamat Datang di Blog Drh YudiBlog Drh. YUDI Blog Ini Menyajikan Informasi Tentang Kesehatan Hewan dan Peternakan. Selamat Membaca dan Terima Kasih Blog Drh. YUDI

RSUD Abdul Moeloek Rawat Terduga Flu Burung

Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek, Bandar Lampung, kembali merawat seorang pasien berstatus terduga atau suspect flu burung. Sampel darah dan swap tenggorokan pasien sudah diambil dan dikirimkan ke Jakarta, Selasa (9/2) siang, untuk diuji secara laboratorium.

Pad Dilangga, Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD Abdul Moeloek, mengatakan, pada Senin sore seorang pasien perempuan berinisial Suh (41) masuk ruang Unit Gawat Darurat (UGD) Abdul Moeloek. Sebelumnya, Suh dirawat di puskesmas Way Laga.

”Karena demamnya tidak kunjung turun, pihak puskesmas kemudian merujuk Suh ke RSUD Abdul Moeloek,” ujar Pad.

Setelah mendapat pemeriksaan awal, dokter yang merawat memasukkan Suh ke ruang isolasi khusus pasien dengan dugaan flu burung. ”Pemindahan ruang perawatan dilakukan setelah dokter mendapati Suh menderita batuk, pilek, dan demam tinggi selama 15 hari. Senin sore Suh juga menjalani rontgen,” kata Pad.

Berdasarkan rontgen tersebut, dokter menyimpulkan, ada gejala pneumonia di paru-paru perempuan warga Desa Gunungsinar, Way Laga, Panjang, Bandar Lampung, tersebut. Kemudian, pada penelusuran penyakit, dokter mendapati Suh pernah kontak langsung dengan ayam mati di sekitar rumahnya. ”Suh yang membuang ayam mati itu,” ujar Pad.

Sampel
Kemarin, Suh diberi tamiflu, obat yang biasa diberikan kepada pasien dengan status terduga flu burung dan menunjukkan gejala-gejala demam, batuk, dan sesak napas.
Pad mengatakan, tim dokter ruang isolasi flu burung RSUD Abdul Moeloek sudah mengambil sampel darah dan swap atau lendir di tenggorokan Suh kemarin pagi. Kedua jenis sampel tersebut sudah dibawa ke laboratorium Departemen Kesehatan untuk diuji untuk memastikan apakah Suh positif flu burung (asian influenza/AI).
”Ditargetkan, dalam dua atau tiga hari ini hasil uji laboratorium nya sudah keluar,” kata Pad.

Menurut Pad, Suh adalah pasien dengan status terduga flu burung pertama tahun ini. Selama periode 2005-2009, tercatat 59 pasien berstatus terduga AI (H5N1 ) dan 3 pasien berstatus positif terserang AI.

Imbauan
Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Lampung Dyah Iskraeni mengatakan, pada musim hujan seperti sekarang ini, Dinas Kesehatan Lampung mengimbau warga agar mewaspadai penyebaran virus H5N1.
Saat musim hujan, virus flu burung mudah berkembang dan menyerang unggas serta berpindah ke manusia. Didukung lalu lintas unggas di Lampung yang cukup terbuka, masyarakat Lampung rentan terhadap penyebaran virus.

”Masyarakat harus cepat-cepat memeriksakan diri ke puskesmas apabila menunjukkan gejala klinis, seperti demam, batuk, serta sesak napas,” saran Dyah.
Pihak puskesmas, lanjut Dyah, bekerja sama dengan aparat kecamatan atau keluarahan harus cepat bertindak. Caranya, antara lain, dengan menelusuri titik penyebab dan melaporkan masalah terkait kepada tim respons unit dinas peternakan supaya ditindaklanjuti. (hln)

Sumber: Kompas.com

Artikel Terkait:

Bookmark and Share

0 Komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

  © Blog drhyudi by Ourblogtemplates.com

BACK TO TOP