Blog Drh. YUDI Selamat Datang di Blog Drh YudiBlog Drh. YUDI Blog Ini Menyajikan Informasi Tentang Kesehatan Hewan dan Peternakan. Selamat Membaca dan Terima Kasih Blog Drh. YUDI

Prospek Bisnis Perunggasan 2010

Awal tahun 2009 dibayangi oleh awan kelabu akibat krisis global yang mulai dirasakan pada pertengahan tahun 2008. Ekonomi makro dikhawatirkan tidak tumbuh bahkan minus. Pemangku kepentingan di bidang bisnis perunggasan pun was-was.

Bila krisis melanda Indonesia dopastikan akan tterjadi gelombang PHK (pemutusan hubungan kerja) dimana-mana. Tentu saja hal ini berakibat kepada turunnya demand akan hasil unggas termasuk daging ayam dan telur. Pelaku bisnis tidak berambisi untuk “mengisi” kandang dengan ayam baru bahkan tampak menahan diri sambil melihat situasi. Lebih baik mengambil sikap “
wait and see”.

Namun kekhawatiran tersebut tidak sepenuhnya terbukti. Suatu hal yang tidak diduga sebelumnya, ternyata ekonomi nasional lebih tahan terhadap gempuran krisis. Bahkan dibandingkan Negara-negara lain yang dinilai tahan krisis dan menunjukkan pertumbuhan ekonomi, Indonesia berada di urutan atas setelah China dan India. Hal ini tentu saja amat melegakan.

Dunia peternakan mengalami pertumbuhan meskipun peternak terlihat tidak terlalu ekspansif untuk memperluas dan mengembangkan usahanya, mengingat daya beli masyarakat tampak “biasa-biasa” saja.

Membaiknya bisnis perunggasan di tahun 2009 ikut berimbas pada peningkatan penjualan obat termasuk vaksin yang ikut naik sekitar 6 % dibandingkan tahun 2008 dengan nilai mencapai Rp. 1,92 triliun. Dari nilai tersebut, kurang lebih 1,19 triliun diperoleh dari unggas yang terdiri dari ayam pedaging atau broiler yang menelan obat sebanyak Rp. 648,2 milliar. Sedangkan sisanya dari ayam petelur dan pejantan.

Kurang lebih 56,5 % obat hewan di Indonesia merupakan kelompok farmasetik sedangkan 43,5 % merupakan produk biologik (vaksin). Hal ini dikemukakan oleh Drh. Sugeng Pujiono (Ketia bidang pengawasan obat hewan ASOHI Jawa Barat) pada seminar “ Bagaimana Prospek Bisnis Perunggasan 2010” yang digelar di Hotel Santika pada tanggal 27 Oktober 2009.

Diperkirakan prospek bisnis perunggasan tahun 2010 akan lebih baik dibandingkan 2009. Meskipun tantangan bukan menjadi surut namun berbagai indicator menunjukkan harapan yang cukup cerah. Indeks saham dunia diperkirakan semakin menguat dengan pertumbuhan ekonomi global yang mencapai 3,1 %.

Berbagai indikator ekonomi di Indonesia menunjukkan nilai positif. Daya beli masyarakat, iklim ekonomi, investasi asing, kinerja ekspor dan stimulus fiskal memperlihatkan perkembangan yang baik. Bahkan cadangan devisa diperkirakan bakal naik ke level 70 milliar dollar.

Dengan demikian pasar domestik semakin menguat dan demand terhadap produk unggas juga diharapkan meningkat. Bahkan menurut Drh. Sudirman (Ketua Umum Asosiasi Produsen Pakan Indonesia), konsumsi daging ayam tahun 2010 akan meningkat menjadi 5,1 kg/kapita/tahun dari 4,8 kg/kapita/tahun di tahun 2009.

Pada kesempatan yang sama Krissantono (Ketua Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas) meramalkan bahwa industri perunggasan nasional akan mengalami pertumbuhan sebesar 80 %. Hal ini tentu membuat usaha peternakan pun menggeliat dan semakin bergairah. Tentunya roda bisnis perunggasan yang lain seperti pembibitan, pakan dan obat hewan juga turut bergerak.

Di sisi lain, kampanye gizi hendaknya diagendakan dan digalakkan terus-menerus agar kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi protein hewani pun semakin tinggi. Yang perlu diingat bahwa mulai tahun 2010 akan berlaku perdagangan bebas. Tidak aka nada lagi proteksi terhadap produk dalam negeri. Produk impor termasuk produk unggas akan bebas “berkeliaran” di pasar dalam negeri tanpa diberlakukan bea masuk. Oleh karena itu perlu ditekankan agar masyarakat lebih mencintai produk yang dihasilkan oleh negeri sendiri.

Para peternak dituntut untuk lebih efisien agar biaya produksi dapat ditekan rendah namun tetap efektif. Pemerintah pun tak luput dari tanggungjawabnya dalam membantu dari segi regulasi. Semuai itu dilakukan tak lain agar produk hasil unggas kita sanggup bersaing dengan produk asing yang bebas malang melintang di waktu yang akan datang.

Sumber: WartaSANBE-VET Edisi 43, Januari 2010

Artikel Terkait:

Bookmark and Share

0 Komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

  © Blog drhyudi by Ourblogtemplates.com

BACK TO TOP