Blog Drh. YUDI Selamat Datang di Blog Drh YudiBlog Drh. YUDI Blog Ini Menyajikan Informasi Tentang Kesehatan Hewan dan Peternakan. Selamat Membaca dan Terima Kasih Blog Drh. YUDI

Kampanye Year of Tiger: Upaya Bersama Selamatkan Harimau Sumatera

Hampir bersamaan dengan dimulainya tahun Harimau dalam kalender penanggalan China (Imlek), WWF-Indonesia meluncurkan kampanye publik “Year of Endangered Tiger 2010” pada hari Jumat (12/02) di Taman Menteng, JakartaPusat. Kampanye ini dilakukan secara serentak oleh jaringan global WWF di berbagai negara yang memiliki populasi harimau.

Dalam konferensi pers peluncuran “Year of Endangered Tiger 2010” yang dihadiri oleh Dirjen PHKA Darori, Deputi Menteri Lingkungan Hidup Bidang Tata Lingkungan Hermin Roosita serta Direktur Program Kehutanan dan Spesies WWF-Indonesia Ian Kosasih, dijabarkan berbagai upaya yang dilakukan WWF bersama dengan Kemenhut dan Kementerian LH dalam melestarikan harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae).

“Indonesia tadinya memiliki tiga subspecies harimau, yaitu harimau Jawa, Bali, dan Harimau Sumatera. Tapi saat ini kita hanya punya satu saja, yaitu yang ada di Sumatera. Harimau Bali sudah punah pada tahun 40an, sementara harimau Jawa punah pada awal tahun 80-an. Harimau Sumetera saat ini diperkirakan hanya tinggal 400 individual saja,” jelas Ian Kosasih.

Momen Tahun Harimau ini menjadi sangat penting bagi kelestarian satwa eksotis khas Sumatera tersebut mengingat dalam 25 tahun terakhir Sumatera telah kehilangan 12 juta hektar areal hutan atau setengah dari jumlah hutan alamnya. Bukan hanya habitat alaminya yang telah dirampas, harimau Sumatera juga tengah dihadapkan dengan ancaman serius lainnya yaitu maraknya perburuan liar dan konflik harimau dengan manusia. “Saya rasa ini adalah momen yang tepat bagi kita untuk bersama-sama mencoba mengubah kecenderungan, mengubah tren dalam 25 tahun terakhir ini untuk keadaan yang lebih baik bagi Harimau Sumatera,” tambah Ian.

Sementara Darori menyampaikan upaya Kemenhut dalam melestarikan harimau melalui dokumen strategi dan rencana aksi konservasi harimau Sumatera 2007-2017. Ia optimis dengan adanya pemahaman komprehensif dari berbagai pihak terhadap ruang hidup harimau, maka di tahun 2017 nanti, populasi harimau Sumatera tidak terancam lagi.
Darori menyadari betul bahwa belum adanya pemahaman mengenai konservasi harimau menjadi faktor penting yang menyebabkan meningkatnya angka kematian harimau.

"Banyak orang yang tinggal di kawasan konservasi yang sebenarnya tak boleh untuk permukiman. Karena itulah, harimau merasa terancam lalu menyerang manusia. Itu karena kita dianggap telah menganggu habitat mereka..Itu terjadi karena masyarakat perdesaan belum paham betul mengenai situasi sebenarnya. Berkaca pada apa yang terjadi di lapangan, Kemenhut berjanji akan lebih gencar lagi mengadakan penyuluhan kepada warga perdesaan melalui kepala desa masing-masing,” jelas Darori.

Darori menambahkan, upaya serius Indonesia dalam menyelamatkan satwa langka khas Sumatera tersebut mendapat apresiasi dari dunia internasional. Dalam pertemuan pertama Asian Ministerial Conference (AMC) untuk Konservasi Harimau di Bangkok pada bulan Januari 2010 lalu, Indonesia telah diusulkan oleh World Bank untuk menjadi tuan rumah pertemuan tingkat menteri berikutnya sebelum pertemuan Tiger Summit di Vladivostoc, Russia.

Sementara narasumber lainnya, Deputi Menteri Negara Lingkungan Hidup Bidang Tata Lingkungan Hermin Roosita menegaskan bahwa sebenarnya pemerintah sudah berkomitmen sejak lama untuk melakukan pembangunan dan penataan ruang Pulau Sumatera berbasis ekosistem.

"Saat ini, Kementerian Lingkungan Hidup menjadi pendorong dan pengawal tindak lanjut kesepakatan bersama 10 gubernur Sumatera untuk melakukan penataan ruang Pulau Sumatera berbasis ekosistem. Penataan ruang berbasis ekosistem tersebut akan menyelamatkan ekosistem Sumatera dan satwa langka di Pulau Sumatera, termasuk harimau. Di samping itu juga akan menghindarkan masyarakat sekitar dari konflik sosial, konflik satwa-manusia, terganggunya aktivitas ekonomi, dan hilangnya keanekaragaman hayati,” papar Hermin.

Mewakili kelompok seniman, musisi sekaligus Suporter Kehormatan WWF-Indonesia Nugie, menyerukan kepada masyarakat untuk mulai melakukan hal sederhana sebagai bentuk partisipasi dalam upaya penyelamatan harimau. “Mulailah dengan menghemat kertas, yang juga berarti kita telah membantu mencegah kerusakan hutan yang merupakan habitat harimau. Hal lainnya adalah dengan tidak memelihara harimau di rumah, tidak memakai dan membeli aksesoris, pajangan, atau apapun itu yang berasal dari dari bagian-bagian tubuh harimau. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk turut serta berkontribusi dalam upaya penyelamatan harimau sumatera ini,” pungkasnya.

Sumber: Masayu Yulien Vinanda [www.wwf.or.id]

Artikel Terkait:

Bookmark and Share

0 Komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

  © Blog drhyudi by Ourblogtemplates.com

BACK TO TOP