Blog Drh. YUDI Selamat Datang di Blog Drh YudiBlog Drh. YUDI Blog Ini Menyajikan Informasi Tentang Kesehatan Hewan dan Peternakan. Selamat Membaca dan Terima Kasih Blog Drh. YUDI

Yogya Siap Gelombang Kedua Pandemi Flu Babi

Untuk antisipasi gelombang kedua pandemi H1N1 (flu babi) Dinas Kesehatan Provinsi DIY sudah me nyiapkan obat Tamiflu sebanyak 116.160 kapsul, Alat Pelindung Diri (APD) sebanyak 100 set dan investigasi kit sebanyak 20 set.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DIY dr Akhmad Akhadi me ngungkapkan hal itu di sela-sela acara Seminar Sehari Kesiapan Provinsi DIY dalam Meng hadapi Epidemi Influenza (H1N1), di Yogyakarta, Rabu (30/12). Data H1N1 di DIY hingga November 2009 sudah mencapai 69 suspect dan 27 positif serta dua orang meninggal. Sedangkan pada bulan Desember ini belum ada kasus H1N1 yang dilaporkan.

Sampai saat ini protokol untuk termo scanning dan body cleaner di Bandar Udara Adi sutjipto belum dicabut dan protokol itu tetap dilakukan untuk penerbangan internasional. Menurut dia, untuk menghadapi ge lombang kedua pandemi H1 N1 Dinas Kesehatan terus mem pelajari, menganalisis faktor risiko H1N1. Liburan Natal dan Tahun Baru serta liburan sekolah salah satu faktor risiko H1N1 karena di DIY didatangi banyak orang. Bisa saja orang yang datang itu membawa virus H1N1 dan virus tersebut bisa me nular langsung dari orang ke orang, sehingga kita mengantisipasi hal itu, jelas Akhmad.

Pandemi H1N1 adalah meluasnya penyakit H1N1 pada kelompok masyarakat pada sebuah kawasan dalam waktu bersamaan yang angka kejadiannya bertambah dalam waktu yang sangat singkat. Apabila dilihat dari sejarah, kata dia, pandemi H1N1 gelombang kedua itu kasusnya lebih parah, se perti pandemi H1N1 di Spanyol untuk gelombang kedua menyebabkan kematian hingga 25 juta orang.

Pandemi H1N1 gelombang pertama dan kedua di Spanyol terjadi pada tahun yang sama yaitu tahun 1918 dan ditemukannya bahwa pandemi yang terjadi di Spanyol tahun 1918 itu adalah pandemi H1N1 baru diketahui pada tahun 1930. Ada tiga hal yang disiapkan Provinsi DIY dalam menghadapi gelombang kedua pandemi H1N1 yaitu: membangun sistem, menyiap kan sumberdaya manusia dan menyiapkan kelengkapan.

Sistem sudah kita bangun untuk penanggulangan epidemi pandemi H1N1 atau influenza lain nya, berbasis kontingensi. Artinya, melibatkan seluruh instansi dan lembaga yang ada di DIY termasuk LSM, jelas dia.

Rumah sakit yang disiapkan untuk menangani pasien H1N1 apabila terjadi pandemi H1N1 selain RSUP Dr Sardjito dan RSUD Panembahan Senopati sebagai pusat rujukan, Dinkes juga sudah menyediakan rumah sakit lini kedua yaitu semua rumah sakit daerah dan semua rumah sakit swasta yang ada di provinsi DIY.

Akhmad menjelaskan pasien yang diduga H1N1 dan hanya influenza, tidak ada faktor pem berat bisa dirawat di rumah sakit lini kedua. neni ed: indra

Sumber: Republika.co.id

Artikel Terkait:

Bookmark and Share

0 Komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

  © Blog drhyudi by Ourblogtemplates.com

BACK TO TOP