Blog Drh. YUDI Selamat Datang di Blog Drh YudiBlog Drh. YUDI Blog Ini Menyajikan Informasi Tentang Kesehatan Hewan dan Peternakan. Selamat Membaca dan Terima Kasih Blog Drh. YUDI

Tiga Skenario Swasembada Daging 2014

Dirjen Peternakan Departemen Pertanian Dr. Tjeppy D Soedjana mengatakan ada tiga skenario dalam mencapai swasembada daging sapi 2014.

Ketiga skenario itu adalah most likely (paling mungkin), optimistik dan pesimistik. Ketiga skenario tersebut didasarkan kepada skenario produksi domestik dan impor, baik sapi bakalan maupun daging. ”Untuk itu diperlukan berbagai strategi pencapaian tergantung dari skenario yang akan dilakukan,” tambah Tjeppy D Soedjana saat memaparkan rancangan Blue Print Swasembada Daging Sapi 2014.

Produksi Domestik lanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh keadaan stok dalam negeri yang ditentukan dari angka kelahiran, angka kematian, mutasi ternak yang sangat ditentukan pula oleh mutu genetisnya.

Untuk skenario pesimistik maka target produksi domestiknya mencapai 90%, sehingga kita membuka kran impor sebanyak 10%. Sedangkan untuk skenario most -likely sepenuhnya kita mampu memenuhi konsumsi termasuk pengolahan dan tidak diperlukan lagi impor.

“Dan akhirnya untuk skenario optimistic apabila kita mampu (kurun waktu lima tahun) mencapai target melebihi tingkat konsumsi masyarakat sehingga memiliki peluang untuk ekspor (produksi surplus),” tambah Dirjen Peternakan.

Untuk skenario optimistik, pada tahun 2013 Indonesia diperkirakan sudah memiliki peluang untuk ekspor. Tetapi ketiga skenario ini memerlukan langkah-langkah dan strategi yang sesuai didukung oleh kemampuan genetis ternak dalam negeri serta sumber daya yang mendukungnya.

Untuk mencapai populasi skenario most likely diperlukan populasi domestik pada tahun 2014 yaitu sebesar 14,38 juta ekor. Artinya pada skenario ini populasi sapi diasumsikan tidak perlu mengimpor ternak sapi maupun daging dengan peningkatan populasi dan produksinya masing-masing 1,04% dan 11,09% dari skenario pesimistis.

Sedangkan untuk skenario optimistik diperlukan populasi domestik pada tahun 2014 yaitu sebesar 14,42 juta ekor. Artinya pada populasi tingkatan ini Indonesia telah memiliki kemampuan untuk mengekspor daging sebesar 46,76 ribu ton (10% dari produksi domestik) dengan peningkatan populasi dan produksinya masing-masing 1,34% dan 22,21% dari skenario pesimistis atau 0,29% dan 10,01% dari skenario most likely.

Sumber: Sinartani.com

Artikel Terkait:

Bookmark and Share

0 Komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

  © Blog drhyudi by Ourblogtemplates.com

BACK TO TOP