Blog Drh. YUDI Selamat Datang di Blog Drh YudiBlog Drh. YUDI Blog Ini Menyajikan Informasi Tentang Kesehatan Hewan dan Peternakan. Selamat Membaca dan Terima Kasih Blog Drh. YUDI

Tak Ada Dokter Hewan di Melawi dan Sekadau

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimantan Barat, Abdul Manaf Mustafa, mengatakan, dua kabupaten di provinsi itu hingga kini masih belum mempunyai dokter hewan.

"Kabupaten Melawi dan Sekadau sampai sekarang belum ada dokter hewan. Kabupaten Kubu Raya baru punya satu hasil rekrutmen tahun 2009," kata Abdul Manaf Mustafa di Pontianak, Rabu (6/1/2010).

Padahal, ia berharap pada penerimaan calon pegawai negeri sipil tahun 2009, pemerintah kabupaten yang belum mempunyai dokter hewan ikut mengajukan kuota ke pusat. “Mau tidak mau, penanganan terhadap masalah-masalah di bidang peternakan dan kesehatan hewan ditangani Pemerintah Provinsi,” kata dia.

Menurut Abdul Manaf Mustafa, ketersediaan dokter hewan di tingkat provinsi juga sangat terbatas. "Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalbar hanya punya 13 dokter hewan, padahal idealnya 30 mengingat potensi dan luas lahan di Kalbar," katanya.

Sedangkan, di tingkat kabupaten maupun kota, setidak-tidaknya mempunyai lima orang dokter hewan. Sementara untuk tingkat kecamatan yang sektor peternakannya potensial ada satu dokter hewan. "Minimal ada satu dokter hewan untuk kecamatan yang potensial dan bertetangga," kata Abdul manaf Mustafa.

Ia menambahkan, masalah kesehatan pangan juga belum mendapat perhatian serius dari beberapa kabupaten di Kalbar. "Masih ada beberapa daerah yang belum mempunyai instansi teknis yang menangani masalah peternakan dan kesehatan hewan. Kebanyakan digabung dengan instansi lain sehingga kewenangan kebijakan hanya sampai di tingkat kepala bidang," kata dia.

Beberapa program dari Pemerintah Pusat seperti rumah potong hewan akhirnya tidak berfungsi optimal karena dianggap bukan masalah yang penting. "Padahal, rumah potong hewan berkaitan dengan kesehatan pangan yang berdampak kepada manusia," katanya.

Selain itu, komitmen yang rendah dari beberapa pemerintah kabupaten dalam pencegahan penyakit hewan menular yang berbahaya dapat mengganggu program Pemerintah Provinsi Kalbar. Kalbar, lanjut dia, bertekad untuk bebas penyakit rabies. Sementara Kabupaten Melawi berbatasan dengan Kalimantan Tengah yang masih menjadi endemi penyakit rabies.

"Upaya yang dilakukan Pemprov Kalbar dengan merekrut tenaga kontrak untuk mengawasi lalu lintas perdagangan ternak di lokasi yang berbatasan dengan Kalimantan Tengah," kata Abdul Manaf Mustafa.

Sumber: Kompas.com


Artikel Terkait:

Bookmark and Share

0 Komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

  © Blog drhyudi by Ourblogtemplates.com

BACK TO TOP