Blog Drh. YUDI Selamat Datang di Blog Drh YudiBlog Drh. YUDI Blog Ini Menyajikan Informasi Tentang Kesehatan Hewan dan Peternakan. Selamat Membaca dan Terima Kasih Blog Drh. YUDI

Rabies di Bali Terus Memakan Korban Jiwa

Penanggulangan penyakit rabies di Pulau Bali masih jauh dari yang diharapkan. Selain terus meluas ke daerah yang sebelumnya dinyatakan bebas rabies, penyakit itu terus memakan korban. Korban terakhir adalah WL (65), asal Jimbaran, Kabupaten Badung, daerah yang termasuk paling awal terkena serangan penyakit itu.

WL sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar, selama empat hari sebelum meninggal dunia hari Sabtu (9/1). Ia dibawa ke Sanglah sudah dalam kondisi fobia air dan cahaya, gejala utama serangan rabies.

Menurut Sekretaris Tim Penanganan Rabies Ken Wirasandhi, kemarin, pasien digigit di paha kanan sekitar enam bulan lalu dan ironisnya tidak pernah mendapatkan vaksin antirabies. WL menjadi korban tewas ke-22 akibat rabies di Bali.

Sejak rabies ditemukan pertama pada November 2008 di Jimbaran, vaksinasi massal telah digelar meliputi seluruh daerah ”kaki” Pulau Bali, yakni kawasan Jimbaran, Ungasan, Nusa Dua, dan Tanjung Benoa.

Rendah
Menurut praktisi hewan yang juga mantan penyidik pada Balai Penyidikan Penyakit Hewan pada Balai Wilayah VI Denpasar, Son Soeharsono, adanya korban baru selang lebih dari setahun setelah vaksinasi massal rabies digelar adalah penegas dari rendahnya cakupan program itu.

”Idealnya, cakupan vaksinasi adalah 70-75 persen, tetapi seperti terungkap di Bali hanya sekitar 45 persen. Adanya gigitan baru dan terbukti rabies hingga korban terus bertambah, berarti rantai penularannya belum terputus,” kata Son.

Populasi anjing di Bali diperkirakan 500.000 ekor. Rabies kini telah ditemukan di tujuh kabupaten/kota di Pulau Dewata dan hanya Kabupaten Klungkung dan Jembrana yang masih berstatus bebas rabies.

Tingginya jumlah gigitan anjing di Bali mempersulit penanganan sekaligus membengkaknya biaya. Hingga Desember 2009 tercatat terjadi 16.680 kasus gigitan anjing terhadap manusia, lebih banyak dari kasus serupa tingkat nasional yang rata-rata 16.000 kasus per tahun.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika, akhir pekan lalu, secara terang-terangan mengaku, Pemprov Bali masih berutang Rp 7 miliar untuk pengadaan vaksin antirabies (VAR). ”Kami sudah menghabiskan dana Rp 12 miliar untuk pengadaan VAR. Pemprov sebenarnya hanya menyiapkan dana Rp 5 miliar sehingga masih berutang di RSUP Sanglah sebesar Rp 7 miliar,” kata Pastika.

Ia meminta masyarakat untuk secara aktif mengandangkan anjing peliharaan bersamaan dengan gerakan eliminasi anjing liar sehingga dapat memutus penularan rabies. (BEN)

Sumber: Kompas.com

Artikel Terkait:

Bookmark and Share

0 Komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

  © Blog drhyudi by Ourblogtemplates.com

BACK TO TOP