Blog Drh. YUDI Selamat Datang di Blog Drh YudiBlog Drh. YUDI Blog Ini Menyajikan Informasi Tentang Kesehatan Hewan dan Peternakan. Selamat Membaca dan Terima Kasih Blog Drh. YUDI

Konfrensi Global OIE Ke-2 : Animal Welfare

Dunia veteriner tidak bisa lepas dari organisasi internasional yang membidangi kesehatan hewan. Yaitu OIE, World Organisation for Animal Health atau Organización Mundial de Sanidad Animal yang berkantor pusat di Paris, Perancis.

Untuk menambah wawasan tentang informasi global kesehatan hewan dunia, maka diharapkan dokter hewan Indonesia juga mampu mengikuti dan memahami apa yang menjadi kebutuhan sebagai pelayan kesehatan bidang kehewanan.
Disebutkan bahwa tidak hanya butuh sehat, kesejahteraan hewan pun juga harus dipenuhi. Akhirnya animal welfare issue menjadi tren pembicaraan seluruh dokter hewan sedunia.

Indonesia telah menjadi anggota OIE. Lalu bagaimana peran dokter hewan Indonesia untuk mewujudkan kesejahteraan hewan guna menuju kesehatan hewan dan kemakmuran manusia.
Berikut hasil resolusi sidang OIE ke dua yang dilaksanakan di Cairo, Mesir bulan Oktober 2008.
Resolusi

Mempertimbangkan bahwa:
• Pembangunan ekonomi dan sosial harus diarahkan sejalan dengan kesejahteraan hewan dan memiliki sebuah implementasi progresif yang layak berdasarkan standar OIE, dimana standar tersebut dapat diadaptasikan dengan situasi ekonomi dan kapasitas anggota OIE;
• Kesehatan hewan merupakan komponen utama dari kesejahteraan hewan;
• Bahwa salah satu tujuan OIE adalah untuk memfasilitasi perdagangan internasional hewan dan produk turunannya;
• Bahwa OIE merupakan organisasi rujukan yang unik dan secara global memberikan penjelasan
yang lebih detail tentang standar kesejahteraan hewan internasional;
• Rencana Strategis OIE telah mencakup kesejateraan hewan sejak tahun 2001 dan bahwa Rencana Strategis pada saat ini meliputi aksi, koordinasi, dan perencanaan gabungan antara kesejahteraan hewan terestrial dan aquatik baik pada level nasional, regional, dan global;
• Perlu diperhatikan bahwa beberapa standar swasta untuk kesejahteraan hewan tidak konsisten dengan standar OIE;
• Strategi regional OIE, yang berdasarkan pada standar global kesejahteraan hewan, merepresentasikan suatu visi yang merupakan gabungan dari visi pemerintah dan sektor swasta (sektor swasta terdiri dari berbagai macam sektor: termasuk di antaranya kesehatan hewan,kesehatan publik, industri yang meliputi produksi, transportasi, dan pemrosesan), serta sektor akademik dan penelitian;
• Standar kesejahteraan hewan sebaiknya secara demokratis dan transparan dapat diadopsi dan dilandaskan baik pada ilmu pengetahuan maupun etika (perlu digarisbawahi juga tentang sistem produksi dan pemanfaatan hewan oleh setiap anggota OIE) serta aspek terkait lainnya seperti lingkungan, kebudayaan dan agama;
• Informasi ilmu pengetahuan sebaiknya menjadi dasar pernyiapan standar internasional dan bahwa
hal ini seyogianya dievaluasi dengan layak dan divalidasikan berdasarkan kondisi dan konteks yang berbeda-beda yang terkait terhadap anggota OIE;
• Perlunya usaha untuk mempromosikan penelitian ilmiah, peningkatan kapasitas, pendidikan dan komunikasi di areal kesejahteraan hewan;
• Kinerja OIE yang sedang berlangsung saat ini masih
dalam pengayaan kapasitas Pelayanan Veteriner, dengan menggunakan piranti OIE yang berjudul Evaluation of Performance of Veterinary Services (PIE PVS Tool) Evaluasi Kinerja Pelayanan Veteriner (Piranti PIE PVS) serta landasan resmi dalam Kode Kesejahteraan Hewan Terestrial (Kode Terestrial)
• Dukungan yang berkelanjutan dari OIE untuk program ganda (kembar) yang melibatkan Pusat
Kolaborasi OIE;
• Beberapa topik dan isu yang relevan ditunjukkan pada Konferensi Globalke-2 tentang Kesejahteraan Hewan.

Kewajiban Anggota OIE
• Menciptakan atau memperbarui, jika perlu, undang-undang yang mencegah kekejaman terhadap hewan serta undang-undang yang menjadi landasan hukum bagi standar OIE untuk kesehatan hewan, keamanan produk yang berasal dari hewan sehingga bisa dikonsumsi manusia dan kesejahteraan hewan, serta mendukung petunjuk pemanfaatan praktek yang bagus untuk meningkatkan penerapan standar-standar OIE;Mendukung pengembangan program untuk edukasi dan penelitian ilmiah yang terkait dengan kesejahteraan hewan. Program-program edukasi sebaiknya diarahkan kepada para pemain kunci terutama para dokter hewan, pemilik ternak dan pengurus ternak, LSM, serta kategori target lainnya, misalnya para wanita dan anak-anak;
• Mempromosikan adopsi Deklarasi PBB tentang kesejahteraan hewan, termasuk penerapan standar kesehatan dan kesejahteraan hewan OIE;
• Menunjuk calon wakil negara untuk OIE kesejahteraan hewan, di bawah otoritas delegasi OIE serta mengembangkan program-program nasional;
• Meningkatkan sektor swasta untuk menghargai standar OIE dan tidak mengadopsi standar swasta yang bertentangan dengan standar OIE, terutama masalah impor produk yang berasal dari hewan dari negara-negara berkembang.

Kewajiban OIE
• Menyediakan dukungan teknis yang layak bagi Anggota dalam implementasi standar OIE,
termasuk Penyedian piranti yang relevan dengan:
1. Undang-undang veteriner.
2. Edukasi veteriner tentang kesejahteraan hewan.
3. Peraturan yang baik tentang pelayanan veteriner.
• Menjelaskan kewajiban Pelayanan Veteriner tentang kesejahteraan hewan dalam Kode Terestrial dan menyertakan referensi yang layak dalam Piranti PVS milik OIE;
• Bekerja erat dengan para donor dan organisasi internasional yang memiliki komitmen terhadap kesejahteraan hewan untuk membantu Pelayanan Veteriner serta para mitra untuk mengimplementasikan standar kesejahteraan hewan OIE;
• Melanjutkan kolaborasi di tingkat regional, denganmelibatkan perwakilan OIE regional dan sub-regional untuk mendukung pembangunan rencana strategis yang mengarah pada kebutuhan dan prioritas regional;
• Mengkampanyekan peran dan tanggung jawab Pelayanan Veteriner (yang meliputi dokter hewan sektor publik dan swasta) dalam kesejahteraan hewan dan mempromosikan dukungan teknis untuk edukasi veteriner dan penyediaan informasi tentang kesehatan dan kesejahteraan hewan, khususnya pada para pemilik dan pekerja yang menangani hewan;
• Berkolaborasi dan membentuk kerja sama dengan organisasi yang mewakili segala sektor
terkait pada rantai produksi dan distribusi tentang hewan dan produk turunannya untuk mengembangkan dan mempromosikan standar kesejahteraan hewan OIE sebagai rujukan utama untuk perdagangan nasional, regional, dan internasional serta mendorong sektor swasta untuk mengadopsi standar sektor swasta demi kesejahteraan hewan yang konsisten dengan standar OIE;
• Mempengaruhi tanggung jawab dalam membuat keputusan untuk penelitian ilmiah dalam pengembangan program-program baru yang mengatur prioritas kesejahteraan hewan;
• Mempromosikan pengembangan program ganda antara Pusat Kolaborasi OIE di bidang
kesejahteraan hewan;
• Melanjutkan upaya untuk meraih prioritas pembentukan standar yang dikembangkan oleh
Komite Internasional OIE dan juga prioritas untuk standar metode-metode yang manusiawi dalam mengontrol populasi anjing jalanan* serta kucing liar dan wabah spesies liar lainnya;
• Memikirkan pembentukan sebuah prosedur dalam menentukan prioritas untuk mengembangkan standar di masa depan.

Sumber: Koran PDHI (Drh. Luki K. Wardani)




Artikel Terkait:

Bookmark and Share

0 Komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

  © Blog drhyudi by Ourblogtemplates.com

BACK TO TOP