Blog Drh. YUDI Selamat Datang di Blog Drh YudiBlog Drh. YUDI Blog Ini Menyajikan Informasi Tentang Kesehatan Hewan dan Peternakan. Selamat Membaca dan Terima Kasih Blog Drh. YUDI

Daging Merah dan Resiko Kanker

Daging merah dan kanker diibaratkan bagai sahabat karib. Berbagai literatur menyatakan bahaya makan terlalu banyak daging merah. Salah satunya adalah menimbulkan kanker. Tapi bagaimana daging merah bisa sampai menyebabkan kanker?.

Anjuran kesehatan yang mengatakan daging menyebabkan kanker berasal dari kesimpulan beberapa penelitian terhadap populasi orang Eropa di tahun 1990-an. Studi menunjukkan, orang yang sering makan daging lebih banyak yang terkena kanker dibanding dengan orang yang vegetarian.

Sejak saat itu, berbagai penelitian terus dilanjutkan untuk mengetahui lebih jauh dampak daging bagi kesehatan. Ada beberapa hipotesis mengenai hal ini, di antaranya daging mengurangi serat, antioksidan dan nutrisi penting lain yang terbukti efektif menangkal sel kanker.

Selain itu daging merah mengandung banyak lemak dan hormon yang sering ditambahkan pada produk ternak, hal ini akan meningkatkan hormon penyebab kanker, seperti kanker payudara atau kanker prostat. Daging juga tinggi protein, padahal protein akan memecah amonia yang bersifat karsinogenik pada manusia.

Daging yang dimasak dalam suhu tinggi juga bisa menimbulkan senyawa kimia penyebab kanker (karsinogenik) seperti hetercycil amines (HCA) dan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH). Studi pada tikus percobaan menunjukkan senyawa ini bersifat karsinogenik.

Jenis daging
Berbagai literatur menyebutkan daging merah meningkatkan risiko kanker. Daging yang perlu diwaspadai antara lain daging sapi, domba, kambing, babi, serta daging yang sudah diproses.

Selain jenis daging, perlu diperhatikan pula proses memasaknya. Daging yang diolah dalam temperatur sangat tinggi, baik digoreng atau dipanggang akan memproduksi HCA dalam jumlah besar. Pemasakan dalam waktu lama, seperti memasak steak, juga bisa menimbulkan senyawa karsinogenik.

Untuk mengurangi risiko kanker, para ahli menyarankan untuk mengganti konsumsi daging merah dengan daging putih. Alternatif lain adalah memilih daging organik atau daging yang berasal dari hewan yang dikembangbiakan tanpa pemberian zat antibiotik atau hormon.

Sumber: Kompas.com

Artikel Terkait:

Bookmark and Share

2 Komentar:

Anonymous said...

wahh klo gitu org padang sering makan rendang harus hati2 dongg..

laadiva said...

saya pernah tuh liat dan baca sinopsis bukunya miracle of enzim . katanya produk peternakan itu akan merusak enzim2 yg secara alami bekerja didalam tubuh..
seperti misalnya susu yg malah menyebabkan osteoporosis..
trus tentang daging merah juga ada.
jadi akan mempengaruhi kerja enzim didlm tubuh kita.

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

  © Blog drhyudi by Ourblogtemplates.com

BACK TO TOP