Blog Drh. YUDI Selamat Datang di Blog Drh YudiBlog Drh. YUDI Blog Ini Menyajikan Informasi Tentang Kesehatan Hewan dan Peternakan. Selamat Membaca dan Terima Kasih Blog Drh. YUDI

Pengoperasian Sebuah Rumah Sakit Hewan

Sebuah rumah sakit hewan sebagaimana dimengerti oleh masyarakat umum yaitu sebuah pusat pelayanan kesehatan untuk hewan-hewan yang memerlukan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan penyakit.

Definisi serta kelengkapan dari sebuah rumah sakit hewan di Indonesia, masih dalam taraf pengonsepan oleh Komisi Praktisi Pengurus Besar PDHI. Kalau kita melihat ke negara-negara lain yang sangat maju di dalam perkembangan profesi veteriner maka kita dapat mengukur baru sampai dimana tahap perkembangan profesi kedokteran hewan di Indonesia.

Pada prinsipnya sebuah rumah sakit hewan adalah suatu bisnis atau usaha yang keberhasilannya akan ditentukan oleh banyak faktor, antara lain:
1. Ketiadaan pengalaman (lack of experience).
2. Ketidakcukupan akan dana yang siap digunakan (lack of money).
3. Lokasi yang tidak sesuai (wrong location).
4. Kesalahan manajemen yang terlalu banyak (inventory mismanagement).
5. Modal yang terlalu besar tertanam pada asset tak bergerak.
6. Reputasi praktek yang kurang meyakinkan (poor credit granting practice).
7. Pengembangan (ekspansi) yang tidak terencana dengan baik.
8. Mengambil terlalu besar untuk keperluan pribadi.
9. Kesalahan-kesalahan dalam bersikap (wrong attitude).

Sebagai sebuah tempat yang memberikan pelayanan dengan imbal jasa, maka rumah sakit hewan merupakan sebuah organisasi yang harus dikelola dengan sistem manajemen yang profesional.

Manajemen atau management sendiri adalah sebuah ilmu dan seni yang diterapkan/dilaksanakan untuk mencapai tujuan-tujuan dari organisasi melalui pemanfaatan secara efektif dan efisien dari berbagai unsure dengan bekerja bersama perorangan-perorangan (individuals) maupun kelompok (grup) serta harus mempunyai tujuan yang jelas dan mantap.

Sebuah rumah sakit hewan mempunyai unit-unit atau bagian-bagian dengan fungsi masing-masing serta orang-orang yang bertanggungjawab untuk menjalankan fungsi-fungsi tersebut secara kerja kelompok (team work) dan bukan individual work. Dengan sendirinya hasil kerja tiap bagian adalah ditentukan oleh kualitas sumberdaya manusianya yang terdiri dari kemampuan kerja, pengetahuan, disiplin, tanggungjawab, dan dedikasi. Ketidakmampuan salah satu individu dalam team work telah ternukti menjadi penyebab kegagalan atau buruknya hasil kerja yang tidak sesuai dengan apa yang ditargetkan.

Proses dari manajemen
Ada empat tahap pokok dalam manajemen yang sama pentingnya dalam rangka pengoperasian sebuah rumah sakit hewan. Keempat hal pokok tersebut adalah:
1. Perencanaan atau planning.
Dalam hal kita harus memastikan hal-hal apa saja yang menjadi tujuan organisasi kita serta sasaran-sasaran atau target-target yang harus dicapai. Tentu saja dalam hal ini ada tahapan-tahapan dari sasaran/target kita sesuai perkembangan usaha ini.
2. Pengorganisasian.
Dalam hal ini adalah mengkomunikasikan antara perencanaan organisasi rumah sakit hewan dengan para staf/karyawan pelaksana tugas. Untuk pengorganisasian ini perlu ada kesepakatan-kesepakatan dan pengaturan kondisi agar pelaksanaan fungsi dapat berlangsung dengan cepat, lancar dan efisien.
3. Pemberian pengarahan kerja.
Dalam hal ini secara berterusan perlu dilakukan pembinaan kekaryawanan yang berhubungan dengan peningkatan kualitas individu pekerja serta pemberian motivasi untuk semua aspek. Selain itu juga bagian-bagian tertentu menjadi penunjang utama keberhasilan usaha ini perlu selalu mendapat prioritas perhatian.
4. Pengawasan atau kontrol.
Untuk memantapkan hasil kerja yang merupakan produk manajemen yang baik haruslah dapat dilakukan evaluasi dari setiap proses manajemen dengan meminta data yang terarsip atau terinventarisir dengan baik serta dipergunakan untuk membaca sejauh mana proses manajemen telah dilaksanakan dan untuk melakukan teguran-teguran dalam rangka pengawasan/kontrol.
Manajemen sendiri akan terasa lebih realistis atau mantap bila pelaksanaannya merupakan “goal oriented” daripada “procedur oriented”.

Secara umum yang menjadi target dari kepentingan para dokter hewan/pelayan medis dari sebuah rumah sakit hewan adalah:
1. Memberikan pelayanan medis veteriner sebaik-baiknya yang dapat diusahakan bagi hewan pasien dan pelayanan kepentingan pemilik hewan dalam batas etik profesi.
2. Mendapatkan penerimaan keuangan dari imbal jasa sedemikian sehingga dapat memberikan upah kerja yang memadai bagi karyawannya.
3. Pengaturan waktu beraktivitas dan waktu beristirahat sedemikian sehingga masih memungkinkan untuk mengembangkan minat para dokter hewan dan manager pada bidang yang diinginkannnya serta menyumbangkan tenaga untuk beraktivitas pada organisasi dokter hewan atau organisasi kemasyarakatan lainnya.

Selanjutnya kegiatan manajemen rumah sakit hewan adalah meliputi lima aspek yaitu:
1. Manajemen personalia.
2. Manajemen operasional dan pemeliharaan.
3. Manajemen keuangan.
4. Pemasaran.
5. Hubungan antara rumah sakit hewan dengan pelanggan (klien) atau masyarakat.
Sebagai seorang manager rumah sakit hewan, diperlukan beberapa kemampuan (skill) yang meliputi:
a. Kemampuan teknis (technical skill), dalam hal ini latar belakang pendidikan kita sebagain dokter hewan sangat diperlukan, karena seorang manager harus dapat memahami cara kerja sebuah alat atau peralatan yang dibeli rumah sakit hewan, metode-metode yang diterapkan pada kerja-kerja di lingkungan rumah sakit hewan, yang kesemuanya bersangkut paut dengan pengetahuan manajemennya.
b. Kemampuan manusiawi (human skill).
Sangat diperlukan suatu kemampuan memahami dan mengerti berbagai karakter dan latar belakang para staf/karyawan yang bekerja sama dengan kita sebagai pimpinan maupun sesame rekan yang setingkat. Dalam aspek ini, kita juga harus mempunyai pemikiran ke depan untuk langkah maju dari prestasi kerja staf serta memotivasi untuk terus berprestasi.
Pada saat yang sama, keteladanan dalam memimpin harus diterapkan secara konsisten sehingga tercipta suasana terayomi dan terpimpin.
c. Kemampuan konseptual.
Dalam memahami konsep kesatuan kerja dalam pengoperasian sebuah rumah sakit hewan seorang manager harus memahami kemampuan diri sendiri untuk mengukur sejauh mana peranan kita menyatu dalam pengoperasian rumah sakit hewan.

Secara singkat dapat disimpulkan bahwa menjadi seorang manager berarti pula siap utuk merubah sikap dan perilaku orang lain melalui:
1. Pengarahan yang terus menerus.
2. Mengadakan perubahan-perubahan.
3. Melakukan pengawasan.

Bilamana kita tidak siap dan tidak bersedia untuk melakukan hal ini, maka sebaiknya jabatan sebagai manager jangan kita terima.

Sumber: drh. Wiwiek Bagdja, Kepala Rumah Sakit Hewan Jakarta dan Ketua Umum PB PDHI


Artikel Terkait:

Bookmark and Share

0 Komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

  © Blog drhyudi by Ourblogtemplates.com

BACK TO TOP