Blog Drh. YUDI Selamat Datang di Blog Drh YudiBlog Drh. YUDI Blog Ini Menyajikan Informasi Tentang Kesehatan Hewan dan Peternakan. Selamat Membaca dan Terima Kasih Blog Drh. YUDI

Kelainan Daging (bagian 2)

Pada bagian pertama telah dibahas kelainan-kelainan pada paru-paru yang mungkin saja ditemukan ketika kita berbelanja di pasar maupun di tempat-tempat penjualan daging seperti mall atau supermarket.

Organ hati dan jantung menjadi favorit dan banyak masyarakat yang senang mengkonsumsinya, baik untuk dibuat sate, digoreng atau lainnya. Nah, untuk yang senang berbelanja hati sebaiknya memeriksa kesehatan hati yang hendak di beli, minimal mengamati bentuk hati dan mengenali keaadan normal hati yang hendak dibeli. Perlu juga anda khususnya ibu rumah tangga mencurigai ketika berbelanja hati dan jantung menemukan kelainan-kelainan yang ditemukan, baik bentuk maupun baunya.

Keadaan normal dari hati adalah memiliki warna merah tua dan terdapat lobus-lobus. Bau normal juga khas dan jika bau yang didapatkan dari hati tidak wajar maka sebaiknya jangan membelinya.

Kelainan-kelainan yang mungkin didapatkan atau dijumpai pada hati adalah:
1. Degenerasi parenkim, keadaan hati seperti ini ditandai dengan hati yang membesar, lembek, lunak berwarna abu-abu dan tidak mengkilat.
2. Infiltrasi lemak. Hati yang seperti ini sering terjadi pada sapi yang bunting atau sapi yang baru beranak. Hati membesar, lekat karena lembek dan lunak.
3. Ikterus umum. Ada pembendungan di jaringan hati karena infeksi penyakit.
4. Melanosis. Hati seperti ini dapat dikenali dengan adanya bercak-bercak berupa pigmen hitam atau melanosis pigmenosa karena pigmen.
5. Nekrosa multiple. Hati membesar dan bulat lonjong seperti kacang. Terdapat basil-basil nekrosa yang jelas pada hati.
6. Anemia hati. Hati yang seperti ini disebabkan oleh pengeluaran darah secara kronis karena penyakit-penyakit yang menyerang darah, seperti leukemia dan anemia.
7. Perdarahan pada hati karena intoksikasi/bleeding. Terjadi septikemia pada hati, seperti pada kasus ante partum bleeding (APB/keluarnya darah sebelum partus), ada darah di dalam hati.
8. Perdarahan traumatik karena infestasi parasit pada hati, seperti Histomatosis dan Bottle Jaw.
9. Hepatitis parenkimatosa karena intoksikasi/keracunan. Beberapa kelainan ini adalah:
a. Hepatitis purulenta karena infeksi kuman membentuk nanah (pus) seperti pada infeksi streptococcus.
b. Hepatitis interstitialis, seperti terjadinya sirhosis hati pada penyakit lever.
c. Sirhosis atrofi atau terjadinya pengecilan pada hati.
d. Sirhosis hipertropi atau pembesaran hati.
10. Telemiaktase atau pembesaran pembuluh darah dan terjadinya takikardia.
11. Echinococcosis, dan yang sering pada hewan adalah Echinoccosis unilokuler.
12. Tumor pada hati.

Sedangkan kelainan pada organ jantung yang mungkin ditemukan adalah:
1. Hidroperikardium, yaitu terdapatnya transudat atau cairan berlebihan yang berwarna jernih kekuningan di dalam jantung. Hal ini disebabkan oleh berbagai infestasi parasit dalam jantung.
2. Perdarahan pada pericardium sampai epikardium yang disebabkan oleh ptekie dan echimosa pada jantung.
3. Perikarditis traumatika. Keadaan ini sering terjadi pada sapi dan kuda yang disebabkan karena adanya fibrinosa pada jantung dan perforasi pada omasum, abomasums atau karena adanya benda-benda asing.
4. TBC, yaitu ada 2 jenis terbuka dan tertutup. Pada keadaan tertutup bisa sampai ke ginjal (sifat metastatis) jika sudah parah dan ditemukan sel raksasa atau giant sel.



Artikel Terkait:

Bookmark and Share

0 Komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

  © Blog drhyudi by Ourblogtemplates.com

BACK TO TOP