Blog Drh. YUDI Selamat Datang di Blog Drh YudiBlog Drh. YUDI Blog Ini Menyajikan Informasi Tentang Kesehatan Hewan dan Peternakan. Selamat Membaca dan Terima Kasih Blog Drh. YUDI

Hasil Lelang, Sapi Bali di Posisi Tertinggi

Nilai transaksi lelang sapi bali potong pada pasar lelang komoditas agro yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Nusa Tenggara Barat (NTB) di Mataram, Sabtu (5/12), mencapai Rp. 14,7 miliar.

"Nilai transaksi sapi bali potong pada pasar lelang periode kelima tahun ini paling tinggi dibandingkan sepuluh komoditas lainnya yang berhasil dilelang," kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Disperindag NTB Ulayati Ali.

Ia mengatakan, hasil lelang komoditas agro pada periode ini mengalami penurunan dibandingkan dengan hasil lelang pada periode keempat yang digelar pada 17 Okober 2009, yang mencapai Rp. 24,2 miliar.

Nilai lelang sebesar Rp 14,7 miliar pada pasar lelang komoditas agro ke-22 tersebut diperoleh dari sebelas komoditas agro yang dibeli oleh oleh pengusaha dari Bali, Pulau Jawa dan pengusaha lokal yang diundang untuk menghadiri kegiatan tersebut.

Sebelas komoditas agro tersebut yakni sapi bali potong dengan nilai transaksi sebesar Rp 14,7 miliar, kemiri gelondongan dan kupas sebesar Rp 2,07 miliar, cengkih Rp 889 juta, jagung Rp 800 juta, bawang merah Rp 400 juta, cabai merah Rp 364 juta, jahe gajah Rp 300 juta, dedak Rp 300 juta, kentang Rp 180 juta, coklat Rp 99 juta, dan kulit kacang hijau Rp 15 juta.


“Para pengusaha lokal dan dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Bali yang sengaja kami undang melalui Disperindag setempat, cukup antusias melakukan transaksi jual beli, dan ini memang yang menjadi harapan kami,” ujarnya.

Menurut dia, tujuan diadakannya pasar lelang komoditas agro tersebut sebagai upaya efisiensi perdagangan dengan memperpendek rantai pemasaran dan mendukung perekonomian daerah serta membentuk harga referensi.
Dengan pasar lelang tersebut para petani juga bisa merencanakan pola tanam yang baik, sehingga harga yang akan diterima diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani. "Selain itu, masyarakat juga bisa menikmati harga yang lebih kompetitif," ujarnya.

Ia menambahkan, para petani yang ikut dalam kegiatan pasar lelang komoditas agro itu memperoleh manfaat berupa adanya kepastian pasar hanya dengan membawa sampel barang yang akan dijual. Transaksi jual beli dapat dilakukan meskipun barang belum diproduksi. "Artinya petani bisa memfokuskan diri pada proses produksi yang baik untuk memenuhi kontrak yang sudah terjadi pada pasar lelang tersebut," ujarnya.


Sementara manfaat untuk kalangan pengusaha yaitu adanya kepastian untuk mendapatkan komoditas yang diinginkan baik dari segi kualitas maupun kuantitas.


Manfaat lainnya, kata Ulayati, pengusaha dapat mengatur persediaan barang sesuai dengan permintaan pasar serta harga komoditas yang dibeli bisa lebih kompetitif. "Dengan harga yang lebih kompetitif tersebut akan tercipta efisiensi dalam melakukan perdagangan," katanya.


Sumber: Kompas.com

Artikel Terkait:

Bookmark and Share

0 Komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

  © Blog drhyudi by Ourblogtemplates.com

BACK TO TOP