Blog Drh. YUDI Selamat Datang di Blog Drh YudiBlog Drh. YUDI Blog Ini Menyajikan Informasi Tentang Kesehatan Hewan dan Peternakan. Selamat Membaca dan Terima Kasih Blog Drh. YUDI

Cara Pemberian Obat Pada Anjing

Pemberian obat terutama pada anjing peliharaan memang sedikit agak susah jika dilakukan sendiri karena anjing tidak bisa dikendalikan atau dipegang, karena itu dalam memberikan obat pada anjing tersebut minimal dibutuhkan 2 orang membantu pemberian obat.

Satu orang memegang anjing dan satunya lagi memberikan obat tersebut pada anjing. Beda halnya jika anjing peliharaan dibawa ke tempat praktek dokter hewan, anjing tersebut tinggal diserahkan perwatannya. Namun demikian dalam memberikan obat-obatan baik melalui mulut, telinga, mata ataupun kulit, tetap dibutuhkan minimal 2 orang yang membantu.

Jika seandainya anjing peliharaan anda harus diberikan obat-obatan yang diresepkan oleh dokter hewan atau sekedar memberikan vitamin tambahan kepada anjing maka beberapa cara praktis yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Melalui Mulut (Oral). Pada pemberian ini dapat diberikan obat berupa tablet, pil kapsul dan bolus.
Cara pemberian obat:
a. Mulut anjing dibuka lebar-lebar kemudian obat berupa tablet, kapsul atau bolus dimasukkan. Obat tersebut diletakkan pada pangkal lidah anjing dan selanjutnya mulut ditutup/dikatupkan dengan posisi agak ke atas.
Kemudian mulut dikendorkan agar lidah dapat menjilat keluar, bersamaan dengan tertelannya obat tersebut dan posisi kepala tetap ke atas. Bila sudah menjilat ke atas, berarti obat sudah masuk.

b. Membuka mulut panjang:
Kepala anjing dipegang kemudian moncong dipegang. Mulut dibuka pelan-pelan dan bibir ditekan masuk dengan ibu jari dan telunjuk agar bila menggigit akan tergigit bibirnya sendiri dan jari pemegang tidak ikut tergigit.

c. Menggunakan alat bantu. Alat ini berupa stick yang pada ujungnya terdapat lubang tempat tablet atau pil yang akan diberikan pada anjing. Pada stick tersebut ada penyodoknya. Bila stick yang sudah berisi obat telah dimasukkan ke dalam mulut, penyodok ditekan sehingga obat terloncat dari tempatnya dan langsung tertelan oleh anjing.

2. Pemberian cairan atau obat berupa powder melalui mulut
Anjing dipegang, moncong dipegang dan bibir bawah ditarik keluarr sehingga membentuk seperti kantong. Kemudian obat berupa cairan atau powder yang telah dilarutkan dapat diteteskan atau dituangkan pada kantong bibir tersebut. Anjing secara reflek akan menelan air larutan tersebut. Sebaiknya posisi kepala agak ke atas agar obat tidak tumpah.

3. Pemberian obat tetes mata:
Anjing dipegang, moncongnya dipegang (sebaiknya pengobatan ditangani oleh dua orang). Kelopak mata bagian bawah ditarik ke bawah, kemudian mata ditetesi dengan obat tetes secukupnya. Sesudah cukup kelopak mata yang ditarik dilepas tetapi kepala anjing masih tetap dipegang untuk beberapa menit agar obat tidak tumpah.

4. Pemberian obat tetes telinga
Sesudah anjing dipegang, telinga anjing dibersihkan dahulu agar kotoran telinga atau cairan dalam telinga itu bersih. Selanjutnya setelah bersih, telinga anjing ditarik ke atas, kemudian ditetesi dengan obat tetes telinga.

Dengan posisi ujung telinga ditarik pada pangkal telinganya/diurut atau ditekan-tekan agar cairan obat dapat masuk lebih dalam pada lubang telinga. Sesudah cairan obat dalam telinga benar-benar masuk, anjing selanjutnya dapat dilepas.

5. Pemberian obat berupa zalf (Salep)
Bulu disekitar bagian yang akan diobati sebaiknya dicukur dan dibersihkan lalu diolesi zalf. Agar zalf dapat meresap ke dalam kulit olesan zalf tersebut diurut-urut dan ditekan-tekan. Pengobatan yang hanya diolesi saja sehingga zalf hanya menempel pada bulu atau kulit saja tidak efektif.


Artikel Terkait:

Bookmark and Share

0 Komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

  © Blog drhyudi by Ourblogtemplates.com

BACK TO TOP