Blog Drh. YUDI Selamat Datang di Blog Drh YudiBlog Drh. YUDI Blog Ini Menyajikan Informasi Tentang Kesehatan Hewan dan Peternakan. Selamat Membaca dan Terima Kasih Blog Drh. YUDI

Daging Sapi Boleh Impor dari Brasil

JAKARTA, KOMPAS.com — Departemen Pertanian menyetujui impor daging sapi tanpa tulang dari Brasil. Kebijakan tersebut diatur dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor 3.026 Tahun 2009 yang ditandatangani Direktur Jenderal Peternakan Tjeppy D Soedjana.
Pendelegasian wewenang menandatangani Keputusan Menteri Pertanian No 3026/2009 dari Menteri Pertanian kepada dirinya, menurut Tjeppy, dimungkinkan karena bersifat teknis operasional.

Anggota Tim Analisis Risiko Independen (TARI) Denny W Lukman menegaskan, keputusan mengizinkan impor daging dari Brasil adalah tanggung jawab pemerintah. Tim hanya memberikan dasar-dasar rekomendasi terkait rencana impor daging sapi dari Brasil.
”Soal keputusan tidak ikut-ikutan. Keputusan ada di tangan pemerintah,” kata Denny, yang juga dosen Kesehatan Masyarakat Veteriner Institut Pertanian Bogor, Senin (31/8) di Bogor, Jawa Barat.
Denny menegaskan, TARI hanya memberi masukan berdasarkan pertimbangan ilmiah. Apakah pertimbangan itu dipakai atau tidak, sepenuhnya wewenang pemerintah.
Rencana impor daging sapi dari Brasil dinyatakan oleh Menteri Pertanian Anton Apriyantono seusai berkunjung ke Brasil tahun 2008. Namun, rencana itu ditentang oleh sejumlah kalangan, terutama pemangku kepentingan ternak sapi.
Alasan penolakan adalah di Brasil hanya ada satu negara bagian yang bebas penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak ruminansia tanpa vaksinasi. Adapun 16 negara bagian lainnya, bebas PMK karena vaksinasi, dan 9 negara bagian masih terjangkit virus PMK. Penyebaran virus PMK sangat berbahaya bagi kelangsungan usaha ternak sapi rakyat di Indonesia.
Oleh karena itu, Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi Kerbau Indonesia (PPSKI) Teguh Boediyana meminta pemerintah memenuhi semua rekomendasi TARI sebelum menyetujui impor daging sapi dari Brasil. ”Kami menyiapkan judicial review ke Mahkamah Konstitusi. Kebijakan impor daging sapi ada dalam UU Peternakan dan Kesehatan Hewan,” katanya.
Menurut Tjeppy, persetujuan impor daging sapi dari Brasil hanya untuk daging tanpa tulang. Itu pun daging yang sudah mengalami pemisahan material spesifik, yang berisiko menjadi media pembawa virus PMK.
Selain itu, daging tanpa tulang itu sudah mengalami pelayuan 24 jam dengan tingkat keasaman sangat rendah. ”Sehingga dipastikan aman,” ujarnya.
Daging sapi impor dari Brasil, kata Tjeppy, hanya masuk dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Selama ini Indonesia mengimpor daging sapi per tahun setara 450.000-500.000 ekor sapi bakalan.

Sumber: Kompas.com

Artikel Terkait:

Bookmark and Share

0 Komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

  © Blog drhyudi by Ourblogtemplates.com

BACK TO TOP