Blog Drh. YUDI Selamat Datang di Blog Drh YudiBlog Drh. YUDI Blog Ini Menyajikan Informasi Tentang Kesehatan Hewan dan Peternakan. Selamat Membaca dan Terima Kasih Blog Drh. YUDI

Press Conference Direktur Jenderal Peternakan

Kasus Flu Babi dan Antisipasi Penularannya ke Indonesia LATAR BELAKANG 1. Flu babi (influenza babi, swine influenza, swine flu, hog flu, pig flu) adalah penyakit saluran pernafasan pada ternak babi yang disebabkan oleh virus influenza tipe A: Pada seat ini virus influenza tipe A yang telah diisolasi dari babi adalah H 1 N 1, H 1 N2, H3N2 dan H3N 1. Diantara keempat sub tipe tersebut, H1 N1 merupakan sub tipe yang paling banyak diisolasi; 2. Penyebaran virus flu babi dapat terjadi melalui kontak iangsung, bahan terkontaminasi droplet (melalui bersin dan batuk), udara, dan pemasukan hewan terinfeksi ke dalam popuiasi hewan sehat.

PERKEMBANGAN FLU BA81 DI DUNIA 3. Berdasarkan informasi dari Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/V1/HO) tanggal 26 April 2009, bahwa pada bulan Maret hingga April 2009, wabah flu babi di Meksiko telah menyebabkan kematian sebanyak 81 arang dengan gejala pneumonia bent dari sekitar 1 300 kasus; 4. Kejadian virus influenza babi yang menyerang manusia di Meksiko dan Amerika Serikat adalah unik, karena merupakan kombinasi material genetik virus asal babi, unggas, dan manusia; STATUS FLU BABI DI INDONESIA 5.

Hingga scat ini, belum pernah dilaporkan kejadian kasus fiu babi yang disebabkan oleh sub tipe H1 N1 di Indonesia. Sebelum terjadinya wabah Flu Burung tahun 2003 Bbalitvet telah melakukan kajian terhadap serum-serum babi dari berbagai sentra ternak babi di Indonesia dengan menggunakan metoda AGP (Agar Gel Precipitation) test, memberikan hasil negatif terhadap influenza tipe A terhadap semuasampel yang diuji. 6. Secara teknis beberapa laboratorium di Indonesia telah mampu untuk melakukan diagnose terhadap Flu babi (H1N1) karena seluruh perangkat untuk melakukan diagnose secara serologis maupun molekuler telah tersedia;

TINDAKAN ANTISIPASI PENYEBARAN FLU BABI DI INDONESIA 7. Direktur Jenderal Peternakan menerbitkan Surat Edaran yang ditujukan kepada Kepala Dinas Propinsi yang melaksanakan fungsi-fungsi peternakan clan kesehatan hewan di seluruh Indonesia tentang kewaspadaan dini terhadap kemungkinan masuknya flu babi; 8. Menteri Pertanian menerbitkan Surat Keputusan Menteri sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Perdagangan tentang penghentian sementara importasi produk-produk babi dan turunannya;

9. Departemen Pertanian dalam hal ini Direktorat Jenderal Peternakan dan Badan Karantina Pertanian bersama Pemerintah Daerah melakukan pengawasan lalu lintas/transportasi ternak babi antar daerah/pulau dengan mensyaratkan surat kesehatan hewan, meningkatkan penerapan biosekuriti di lingkungan peternakan babi clan melakukan sosialisasi tentang bahaya flu babi: 10. Laboratorium Veteriner Nasional dan Regional yang berada dibawah Departemen Pertanian melaksanakan surveilans pada sentra-sentra peternakan babi can melakukan kajian pada koleksi serum terhadap virus influenza babi (H 1 N 1); 11. Apabila ditemukan virus influenza babi di peternakan babi maka Pemerintah daerah melakukan langkah-langkah yang memperioritaskan pemutusan rantai penularan lebih lanjut pada ternak dan manusia. 12. Sefuruh langkah-langkah antisipasi tersebut di atas akan dilakukan oleh Departemen Pertanian bekerjasama dengan Departemen Kesehatan dan mengajak kepada seluruh masyarakat untuk tetap

Sumber: ditjennak.go.id

Artikel Terkait:

Bookmark and Share

0 Komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

  © Blog drhyudi by Ourblogtemplates.com

BACK TO TOP