Blog Drh. YUDI Selamat Datang di Blog Drh YudiBlog Drh. YUDI Blog Ini Menyajikan Informasi Tentang Kesehatan Hewan dan Peternakan. Selamat Membaca dan Terima Kasih Blog Drh. YUDI

Menjaga Pulau Lombok Tetap Bebas Rabies


Nusa Tenggara Barat merupakan jalur lalulintas strategis karena menghubungkan pulau Bali dan Pulau Flores yang dewasa ini telah terjadi kasus dan ditetapkan sebagai kawasan karantina penyakit Rabies oleh pemerintah. Disebelah utara propinsi Nusa Tenggara Barat terdapat Pulau Sulawesi yang juga memiliki kasus penyakit Rabies, bahkan Pulau Flores tertular penyakit Rabies pertama berasal dari dari Sulawesi Tenggara pada tahun 1997 lalu.

Untuk mengantisipasi penyebaran penyakit Rabies ke pulau Lombok, Balai Karantina Pertanian Kelas I Mataram telah melakukan berbagai upaya untuk menjadikan Pulau Lombok tetap bebas dari penyakit Rabies diantaranya :

1. Melaksanakan kegiatan pengawasan lalulintas media HPHK dengan membentuk tim koordinasi dengan KPPP pelabuhan Laut Lembar di Wilayah Kerja Lembar- Lombok Barat, Security Bandar Udara di Wilayah Kerja Bandar Udara Selaparang dan dengan pihak KPPP, ASDP pelabuhan Laut Kayangan di Wilayah Kerja Labuhan Lombok, Lombok Timur. 2. Pemasangan baligho dan spanduk berkaitan pelarangan masuk dan keluar HPR dari Pulau Lombok di pelabuhan Lembar-Lombok Barat dan di pelabuhan Kayangan-Lombok Timur. 3. Depopulasi anjing di Kawasan Obyek wisata Pantai Senggigi dalam upaya menekan populasi anjing. 4. Melaksanakan sosialisasi tentang penyakit Rabies di Wilayah Kerja Labuhan Lombok-Lombok Timur. Kegiatan sosialisasi penyakit Rabies di Wilayah Kerja Labuhan Lombok dikaitkan dengan kegiatan Bulan Bhakti Karantina Pertanian. Sosialisasi dilaksanakan pada tanggal 11 Juli 2009 bertempat di ruang pertemuan Balai Desa Kayangan dengan melibatkan instansi terkait dan masyarakat pesisir pantai. Acara Sosialisasi dibuka oleh Kepala Bidang Kesehatan Hewan Lombok Timur mewakili Kepala Dinas Pertanian Lombok Timur. Dalam arahannya disampaikan, mengingat Pulau Lombok sampai sekarang masih bebas dari penyakit Rabies maka kegiatan sosialisasi sangat baik dan diharapkan pada kesempatan akan datang kegiatan seperti ini dapat diperluas ketingkat masyarakat lain. Karena bila tidak dilakukan pencegahan terhadap masuknya penyakit Rabies maka dikhawatirkan terjadinya gangguan kenyamanan dan ketentraman masyarakat karena penyakit ini dapat menular ke manusia dan dapat menimbulkan kematian serta kerugian material yang sangat besar. Sumber: karantina.deptan.go.id

Artikel Terkait:

Bookmark and Share

0 Komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

  © Blog drhyudi by Ourblogtemplates.com

BACK TO TOP