Blog Drh. YUDI Selamat Datang di Blog Drh YudiBlog Drh. YUDI Blog Ini Menyajikan Informasi Tentang Kesehatan Hewan dan Peternakan. Selamat Membaca dan Terima Kasih Blog Drh. YUDI

Terapi Gen Efektif Atasi Disfungsi Ereksi Pria

ILMUWAN AS berhasil membuat terapi gen untuk disfungsi ereksi. Ujicoba pada manusia dan hewan menunjukkan terapi ini bisa menjadi alternatif untuk terapi yang ada selama ini buat pasien.
Menurut para ahli, efektivitas terapi gen ini jauh lebih lama dibandingkan pil yang diminum hanya sebelum berhubungan badan karena sifatnya spontanitas. Ujicoba pada manusia melibatkan suntikan ke penis. Beberapa ahli ragu apakah pria mau memilih cara ini.
Disfungsi ereksi (ED) kerap dianggap sebagai impoten dan menyerang sekitar satu dari 10 pria di Inggris. ED secara kolektif berarti ketidakmampuan mendapatkan ereksi yang cukup untuk mencapai kepuasan dalam berhubungan seks. Tingkat keparahan kasus ini umumnya bervariasi.
Ada banyak penyebab dan terapi yang efektif, termasuk obat-obatan yang di Inggris mendapatkan lisensi yaitu Viagra, Cialis dan Levitra. Namun demikian, tidak semua tipe ED merespons dengan baik terhadap pengobatan. Misalnya, ED yang disebabkan kerusakan syaraf menyusul operasi kanker prostat.
Para periset AS berharap untuk pasien seperti ini dan pasien yang mengalami efek samping setelah minum obat, maka terapi gen bisa menjadi alternatif yang bagus.
Tim peneliti dari University of Pittsburgh dipimpin Dr Joseph Glorioso menguji coba terapi gen pada tikus pengidap ED yang disebabkan kerusakan syaraf. Terapi gen mengandung virus herpes simplex sebagai pembawa dan sebuah gen yang disebut GDNF atau neurturin yang membantu mempromosikan pertumbuhan syaraf.
Tikus yang diobati dengan terapi gen menunjukkan penyembuhan yang signifikan. Penis bisa berfungsi normal setelah empat pekan pengobatan.
Ini merupakan bidang riset yang menarik karena berbagai terapi yang ada selama ini untuk pria yang mengalami disfungsi ereksi harus digunakan sesuai permintaan. Dengan demikian, hal itu akan mengurangi spontanitas dalam berhubungan seks.
Ilmuwan di Wake Forest University dengan bantuan Dr Arnold Melman dari Albert Einstein College of Medicine, melakukan studi pertama pada manusia tentang terapi gen untuk ED.
Tes pada 11 pria pengidap ED menunjukkan hasil menjanjikan. Terapi ini bisa ditolerir dan hanya menunjukkan sedikit efek samping. Sekalipun proses pengirimannya melalui suntikan ke penis.
Tujuan utama terapi ini adalah untuk menentukan keselamatan, studi ini juga menunjukkan terapi itu mampu meningkatkan fungsi ereksi pada pria.
Terapi Wake Forest dilakukan dengan cara memasukkan potongan kecil DNA ke dalam sel-sel untuk memicu produksi protein yang dapat membuat sel-sel otot semakin rileks.
Pengendoran otot dalam penis memungkinkannya untuk diisi dengan darah dan mencapai ereksi.
Dr Geoff Hackett, ketua British Society for Sexual Medicine, menegaskan bahwa terapi gen ini bisa digunakan untuk pasien yang gagal pada terapi lain. Sekalipun begitu, banyak pria enggan menggunakannya karena penisnya harus disuntik.
Banyak pria yang mengidap ED juga memiliki penyakit medis yang tersembunyi, seperti tekanan darah tinggi, peningkatan kolesterol atau diabetes, dan ini semua juga harus diobati. (bbc/dia)

Sumber: Harianterbit.com

Artikel Terkait:

Bookmark and Share

0 Komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

  © Blog drhyudi by Ourblogtemplates.com

BACK TO TOP