Blog Drh. YUDI Selamat Datang di Blog Drh YudiBlog Drh. YUDI Blog Ini Menyajikan Informasi Tentang Kesehatan Hewan dan Peternakan. Selamat Membaca dan Terima Kasih Blog Drh. YUDI

Awas, Kosmetik Berbahaya

Banyaknya produk kosmetik ilegal yang beredar di masyarakat makin mencemaskan banyak pihak. Kosmetik ilegal itu mencakup produk kosmetik palsu, produk yang mengandung bahan kimia berbahaya, dan produk yang tidak terdaftar.

Minggu lalu Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali menarik 70 produk kosmetik palsu dan mengandung bahan kimia berbahaya. Dari sejumlah produk tersebut terdapat merek produk kosmetik ternama yang dipalsukan, Ponds dan Olay.

Menanggapi hal tersebut, Jumat (19/6) kemarin, pihak Unilever Indonesia dan Procter & Gamble Home Product Indonesia (P&G Indonesia) bersama dengan Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP) menggelar jumpa pers di Jakarta.

"Produk Ponds yang dirazia BPOM adalah produk palsu dan tidak diproduksi Unilever," kata Head of Corporate Communications PT Unilever Maria D Dwianto. Hal senada juga diungkapkan oleh External Relations Director P&G Indonesia Bambang Sumaryanto. "P&G tidak pernah mengedarkan ketiga jenis Olay tersebut″, katanya.
Maraknya peredaran kosmetik palsu dan mengandung bahan berbahaya itu, menurut Bambang, disebabkan karena masyarakat kita menginginkan hasil yang cepat. "Produk palsu itu mungkin bisa memutihkan kulit dengan cepat karena memang mengandung bahan berbahaya seperti merkuri dan hidrokinon,″ paparnya.
Selain memberi hasil yang instan, produk kosmetik berbahaya tersebut biasanya dijual dengan harga murah dibanding dengan merek yang asli. "Ini memang salah satu modus operandi yang dilakukan pemalsu, dengan mengatakan sedang promosi atau cuci gudang sehingga harganya murah," tambah Bambang.
Ironisnya, produk kosmetik palsu ini umumnya mengancam masyarakat kalangan bawah yang lebih rentan terhadap tawaran iming-iming harga murah. Padahal, dampak kesehatan yang akan timbul tentunya jauh lebih mahal.

Menurut penelitian yang dilakukan MIAP tahun 2005, kerugian dari sisi ekonomis akibat pemalsuan produk kosmetik mencapai Rp 400-500 miliar per tahun dari nilai seluruh total kosmetik.
Meski kerugian tersebut tidak terlalu memengaruhi penjualan produk dengan merek asli, tetapi ada kerugian imateril yang ditanggung oleh produsen. "Kerugiannya ada pada image dan kepercayaan konsumen, ini yang tidak bisa dihitung oleh uang," ujar Maria.

Sumber: Kompas.com



Artikel Terkait:

Bookmark and Share

0 Komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

  © Blog drhyudi by Ourblogtemplates.com

BACK TO TOP