Blog Drh. YUDI Selamat Datang di Blog Drh YudiBlog Drh. YUDI Blog Ini Menyajikan Informasi Tentang Kesehatan Hewan dan Peternakan. Selamat Membaca dan Terima Kasih Blog Drh. YUDI

Alat Bantu Dengar Untuk Penderita Tuli

ILMUWAN AS berhasil membuat alat dengar yang baru. Alat cangkok generasi canggih ini dirancang untuk membantu pendengaran bagi orang tuli.
Ini adalah temuan tim peneliti dari University of Mic-higan. Alat ini dipasang langsung ke syaraf pendengaran. Peneliti mengklaim alat ini bekerja lebih baik dibandingkan alat cangkok rumah siput.
Namun demikian, alat ini baru berhasil diujicoba pada hewan. Hasil penelitian ini dipublikasikan di Journal of Association for Research in Otolaryngology.
Cangkok rumah siput sudah dipakai sejak pertengahan 1980-an. Alat ini dipasang di dekat syaraf yang membawa impuls bunyi ke otak.
Namun begitu, cangkok rumah siput ini masih terpisah dengan syaraf oleh dinding yang bertulang dan cairan.
Para pemakai kerap mengalami kesulitan untuk mendengar bunyi-bunyi nada rendah sehingga percakapan pun sulit dilakukan, khususnya di lingkungan yang berisik.
Kini, para ahli mempunyai solusi baru untuk mengatasi gangguan pada pencangkokan rumah siput, ujar Dr Carl Verschuur dari Institute of Sound and Vibration Southampton University.
Tim dari Michigan ini berhasil memasang alat mungil ini ke dalam syaraf kucing.
Menurut ketua peneliti, Profesor John Middlebrooks, hasil ujicoba menunjukkan alat baru ini mampu menunjukkan hasil yang lebih baik pada berbagai frekuensi. Para pengguna bisa menikmati pendengaran yang lebih baik.
Peneliti mengukur respons otak kucing terhadap bunyi-bunyi dan membandingkan hasilnya dengan kucing lain yang diberikan cangkok rumah siput.
"Kontak yang dekat dengan serat-serat syaraf mencapai aktivasi serat yang lebih tepat yang memancarkan sinyal frekuensi khusus, sehingga mengurangi keharusan pemakaian arus listrik dan menurunkan gangguan di antara elektroda ketika diransang terus-menerus," jelas Prof. Middlebrooks.
Timnya akan memantau bagaimana syaraf pendengaran menguasai cangkok itu dalam dua tahun ke depan.
"Bila penelitian ini berlangsung bagus, kami akan mulai ujicoba pada manusia dalam kurang kurang dari lima tahun," tambahnya.
Sementara Dr Carl Verschuur, dosen di bidang audiologi di Institute of Sound and Vibration, University of Southampton me-nilai penelitian ini sebagai ide yang cemerlang.
"Sekalipun ada beberapa gangguan teknis dalam melekatkan alat itu ke syaraf dan tetap mempertahankannya di lokasi itu, temuan ini memberikan solusi terhadap gangguan yang dialami pencangkokaan rumah siput," ujar Dr Verschuur.
"Ada banyak perbedaan antara cangkok rumah siput dan syaraf. Jadi ini merupakan langkah logis. Faktanya, mereka berhasil me-lakukannya pada hewan jelas menunjukkan sebuah studi yang menarik," tambahnya. (bbc/dia)

Sumber: Harianterbit.com

Artikel Terkait:

Bookmark and Share

0 Komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

  © Blog drhyudi by Ourblogtemplates.com

BACK TO TOP