Blog Drh. YUDI Selamat Datang di Blog Drh YudiBlog Drh. YUDI Blog Ini Menyajikan Informasi Tentang Kesehatan Hewan dan Peternakan. Selamat Membaca dan Terima Kasih Blog Drh. YUDI

60-70 % Anak Pengguna Narkoba Dari Keluarga Baik-Baik

Maraknya kasus narkoba yang terjadi pada remaja di Indonesia menunjukkan makin pentingnya keseriusan orangtua terhadap kondisi ini. Berdasarkan hasil survei Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba Badan Narkotka Nasional 2007, lebih dari 22.000 kasus narkoba terjadi di kalangsan siswa SMA, 6.000 kasus di siswa SMP, 3.000 kasus di siswa SD.
Penulis buku Raising Drug Free Children, Veronika Colondam, mengatakan pendampingan orangtua menjadi sangat mendesak untuk menolong anak terhindar dari ancaman narkoba. "Intinya, ini buku parenting untuk orangtua, tidak terbatas, diketahui orangtua dengan anak berumur dini, itu lebih baik. Karena buku ini bicara tentang mencegah agar anak terhindar dari bahaya narkoba. Sejak dini orangtua harus mengetahuinya," kata Veronika dalam acara peluncuran bukunya di Toko Buku Gramedia Matraman, Jakarta Sabtu (15/3).
Seruan ini memang tampak klasik, karena sudah sering digaungkan melalui kampanye anti-narkoba. Namun yang mengjutkan, berdasarkan data survei Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) terhadap 613 pecandu di pusat-pusat rehabilitasi di Jakarta, Veronika mengatakan , ternyata 60-70 persen para pecandu berasal dari keluarga baik-baik. 80-90 Persen pecandu menggunakan narkoba, pada saat orangtua ada di rumah.
Enam dari 10 pecandu berasal dari keluarga yang ibunya tidak bekerja."Iya.. ini faktanya. Artinya, menurut mereka papa dan mamanya masih bersama dan harmonis. Tapi sekali lagi, ini menurut persepsi para pecandu itu, belum diteliti secara fungsional. Atau bisa saja karena ibunya asyik dengan dunianya sendiri,” ujar Veronika.
Veronika mengatakan, tidak ada cara yang lebih signifikan daripada memberikan kasih sayang secara total kepada anak, dalam upaya mencegah mereka memilki potensi terkena narkoba. “Kalau saying anak, ya berpikir, jangan asal saying,” katanya.
Anak mungkin mendengar kata "sayang", tetapi tidak merasa disayang. Dari hasil penelitian di luar negeri, sebenarnya 15 menit saja seharui bercengkerama dengan anak, itu merupakan salah satu faktor protektif untuk menghindarkan anak dari narkoba," kata Veronika. (lin)
Sumber: Kompas.com


Artikel Terkait:

Bookmark and Share

0 Komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

  © Blog drhyudi by Ourblogtemplates.com

BACK TO TOP