Blog Drh. YUDI Selamat Datang di Blog Drh YudiBlog Drh. YUDI Blog Ini Menyajikan Informasi Tentang Kesehatan Hewan dan Peternakan. Selamat Membaca dan Terima Kasih Blog Drh. YUDI

Penggolongan Zoonosis

Berdasarkan Induk Semang Utama
1. Anthropozoonosis
- Yaitu apabila penyakit dapat secara bebas berkembang di alam diantara satwa liar maupun satwa domestik.
- Titik akhir penularan adalah manusia.
- Contoh: rabies, brucellosis, leptospirosis, anthrax
2. Zooanthroponosis
- Bila penyakit berlangsung secara bebas pada manusia
- Arah penularan dari manusia ke hewan vertebrata dan manusia lainnya
- Titik akhir penularan pada hewan
- Contoh: amubiasis, diphtheria,tuberculosis tipe humanus
3. Amphixenosis
- Agen penyakit memerlukan hewan atau manusia atau keduanya dalam siklus hidupnya
- Contoh: Staphylococcus, Streptococcus

Berdasarkan Agen Penyebab
a. Virus : Viral Zoonosis
b. Bakteri : Bakterial Zoonosis
c. Helmin : Parasiter Zoonosis
d. Klamidia : Klamidial Zoonosis
e. Riketsia : Riketsial ZoonosisTebalf. Protozoa : Protosoal Zoonosis

Berdasarkan Siklus Hidup Agen Penyebab
1. Zoonosis Langsung (direct zoonosis)
- Agen penyebab hanya memerlukan 1 induk semang vertebrata dalam siklus hidupnya.
- Agen penyakit berpindah dari vertebrata satu ke vertebrata lainnya dengan cara kontak, melalui vektor mekanis atau cara lain.
- Pada waktu terjadinya penularan agen penyebab sama sekali tidak mengalami perubahan.
- Contoh; rabies, brucellosis, leptospirosis
2. Cyclozoonosis
- Agen penyebab memerlukan lebih dari 2 induk semang vertebrata dalam siklus hidupnya.
- Induk semang invertebrata tidak diperlukan sama sekali.
- Dibedakan menjadi:
a. Obligatory-cyclozoonosis
Manusia mutlak diperlukan sebagai induk semang antara.
Contoh: penularan T. saginata dan T. solium
b. Cyclo-anthropozoonosis
Manusia salah satu induk semang antara selain vertebrata lain (domba).
Contoh: Taenia hidatid.
3. Metazoonosis
- Memerlukan induk semang vertebrata dan invertebrate dalam siklus hidupnya
- Di dalam invertebrate agen penyebab dapat berkembang biak (berstatus sebagai reservoir) atau berkembang jadi pase lain (bukan reservoir).
- Memerlukan periode ekstrinsik di dalam invertebrata sebelum berpisah ke induk semang vertebrata.
- Berdasarkan jumlah induk semang vertebrata/invertebrata yang diperlukan, ada 4 tipe:
1. Sub tipe I : memerlukan hanya satu invertebrata (Yellow Fever)
2. Sub tipe II : memerlukan hanya satu vertebrata dan dua invertebrata (Paragonomiasis)
3. Sub tipe III : memerlukan dua vertebrata dan hanya satu invertebrata (Clonorchiasis)
4. Sub tipe IV : penularan karena ovum (Louping ill)
4. Saprozoonosis
- Agen penyebab memerlukan induk semang vertebrata dan reservoir bukan hewan
- Reservoir bukan hewan berupa bahan organic
- Agen penyebab bisa berkembang dalam reservoir (Histoplasmosis)
- Terjadi perubahan tanpa perkembangbiakan (Ancylostoma).


Artikel Terkait:

Bookmark and Share

2 Komentar:

Anonymous said...

good Blog pak......sangat membantu.......

Anonymous said...

makasih dok...sangat membantu

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

  © Blog drhyudi by Ourblogtemplates.com

BACK TO TOP