Blog Drh. YUDI Selamat Datang di Blog Drh YudiBlog Drh. YUDI Blog Ini Menyajikan Informasi Tentang Kesehatan Hewan dan Peternakan. Selamat Membaca dan Terima Kasih Blog Drh. YUDI

Deklarasi Pandemi Flu Babi

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memastikan ke negara anggotanya mengenai peningkatan status flu babi sebagai pandemi, Kamis (11/6). Wabah flu global pertama dalam 41 tahun ini dideklarasikan saat infeksinya berkembang di AS, Eropa, Australia, Amerika Selatan serta beberapa wilayah lainnya.

WHO memutuskan untuk meningkatkan level peringatan pandemi dari fase 5 menjadi 6 atau siaga tertinggi yang dideklarasikan seusai rapat darurat dengan beberapa pakar flu. Ketua WHO Dr. Margaret Chan akan menyampaikan pengumuman resmi tentang kondisi flu babi pandemi hari ini.

Ketetapan flu babi sebagai pandemi seperti yang telah lama diantisipasi merupakan konfirmasi ilmiah bahwa virus jenis baru telah muncul dan dengan cepat beredar di seluruh dunia. Ketetapan ini juga memicu produsen obat untuk mempercepat produksi vaksin antiflu babi dan menekankan pemerintah dari seluruh negara untuk menyisihkan dana lebih besar guna mengatasi masalah ini.

"Pada tahap awal, pandemi dapat digolongkan sebagai wabah global dengan keseriusan pada tahap menengah,' jelas WHO dalam sebuah pernyataan. Dengan kesimpulan itu, WHO meminta semua negara untuk tidak menutup perbatasan atau membatasi perdagangan maupun perjalanan warga negaranya.

Produsen vaksin flu seperti GlaxoSmithKline PLC dan Sanofi-Aventis telah berupaya memproduksi vaksin flu babi sejak bulan lalu. Juru bicara GlaxoSmithKline, Stephen Rea, menekankan, perusahaannya siap untuk memproduksi vaksin antiflu babi dalam jumlah besar segera setelah perusahaan ini mengakhiri produksi vaksin antiflu reguler Juli nanti.

Hingga Rabu (10/6), WHO mencatat 74 negara telah melaporkan 27.737 kasus flu babi yang menelan hingga 141 korban jiwa. WHO menekankan sebagian besar kasus terbilang ringan dan tidak memerlukan perawatan khusus. Namun, kekhawatiran yang meluas adalah timbulnya infeksi baru yang dapat membuat kewalahan sejumlah rumah sakit dan petugas kesehatan terutama di negara- negara miskin.
Sumber: Kompas.com, 12 Juni 2009


Artikel Terkait:

Bookmark and Share

0 Komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

  © Blog drhyudi by Ourblogtemplates.com

BACK TO TOP