Blog Drh. YUDI Selamat Datang di Blog Drh YudiBlog Drh. YUDI Blog Ini Menyajikan Informasi Tentang Kesehatan Hewan dan Peternakan. Selamat Membaca dan Terima Kasih Blog Drh. YUDI

Peternak Minta Subsidi Harga

Peternak sapi perah dan koperasi meminta pemerintah memberi stimulus berupa subsidi harga susu segar Rp 600 per kilogram menyusul terus menurunnya harga pembelian susu oleh Industri Pengolahan Susu. Tanpa subsidi, usaha ternak sapi perah hancur.

Ketua Umum Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Dedi Setiadi saat dihubungi, Sabtu (3/5) di Bandung, Jawa Barat, mengemukakan, sekarang ini peternak sapi perah berada pada kondisi yang sulit menyusul terus menurunnya harga pembelian susu oleh PT Nestle Indonesia. Pada saat yang sama, peternak tidak mampu menghindar dari tekanan kenaikan harga pakan.

"Kalau dibiarkan terus seperti ini, lama-lama tidak ada yang mau lagi memelihara sapi perah. Kondisi yang tidak menguntungkan peternak memaksa Indonesia bergantung sepenuhnya pada bahan baku susu impor. Padahal, susu sangat berperan mencerdaskan masyarakat," kata Dedi.

Munculnya perjanjian kerja sama FTA plus Australia dan Selandia Baru membuat pemerintah harus menurunkan bea masuk impor bahan baku susu dalam bentuk susu bubuk skim (skim milk powder). Penurunan bea masuk mengakibatkan harga susu segar dalam negeri sebagai bahan baku susu bubuk tidak lagi kompetitif.

Sementara pemerintah menurunkan bea masuk bahan baku susu impor menjadi nol persen, Industri Pengolahan Susu (IPS) justru menurunkan harga beli susu dalam negeri. Nestle sebagai penyerap susu segar terbesar saat ini selama lima bulan telah dua kali menurunkan harga pembelian dengan total penurunan Rp 350 per kg.

"Menuntut kenaikan bea masuk bahan baku susu impor akan berbenturan dengan perjanjian perdagangan bebas dengan Australia dan Selandia Baru. Karena itu, kami meminta pemerintah memberikan subsidi harga susu dalam negeri," katanya.

Berdasarkan perhitungan independen dari Universitas Brawijaya, harga susu segar yang layak diterima peternak saat ini Rp 3.736 per kg. Ditambah biaya penanganan susu dalam bentuk handling dan transportasi, harga beli susu IPS seharusnya Rp 4.136 per kg.

Yang terjadi, dengan penurunan harga yang baru, harga beli susu IPS rata-rata hanya Rp 3.550 per kg. "Selisih harga ini yang seharusnya dibantu pemerintah," katanya.

Mengikuti langkah Nestle

Langkah Nestle Indonesia menurunkan harga pembelian susu segar segera diikuti perusahaan pengolahan susu lain. Per 1 Juni 2009, empat perusahaan besar pengolahan susu mengikuti langkah Nestle menurunkan harga pembelian susu Rp 100 per kg.

Dedi mengatakan, faktor daya saing menjadi pertimbangan utama keempat perusahaan pengolahan susu ikut menurunkan harga pembelian susu segar dalam negeri sebagai bahan baku.

"Bila Nestle bisa mendapatkan harga beli susu segar lebih murah, tentu akan menekan biaya produksi sehingga harga jual susu Nestle ke konsumen bisa lebih kompetitif," ujar Dedi.

Penurunan harga beli susu Rp 100 per kg direncanakan efektif 1 Juni 2009. Meski begitu, pihak GKSI dan peternak sapi perah tetap berusaha bernegosiasi. Empat perusahaan itu adalah PT Ultra Jaya, PT Frisian Flag, PT Sari Husada, dan PT Indomilk-Indolacto.

Ketua IPS Abdullah Sabana mengatakan, permasalahan antara IPS dan GKSI sudah selesai. "Kami sepakat untuk bersama- sama membangun persusuan nasional," katanya.

Sumber asli: Kompas.com


Artikel Terkait:

Bookmark and Share

0 Komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

  © Blog drhyudi by Ourblogtemplates.com

BACK TO TOP