Blog Drh. YUDI Selamat Datang di Blog Drh YudiBlog Drh. YUDI Blog Ini Menyajikan Informasi Tentang Kesehatan Hewan dan Peternakan. Selamat Membaca dan Terima Kasih Blog Drh. YUDI

Kabar Terbaru Rabies di Bali

Sampai saat ini korban meninggal akibat rabies yang muncul di Bali sejak November 2008 telah mencapai 9 orang, berarti angka tersebut meningkat dengan 3 korban sejak bulan Februari, dimana sampai tanggal 3 Februari, korban meninggal baru 6 orang. Keenam korban tewas tersebut lima diantaranya berasal dari Unggasan, dan seorang dari Nusa Dua Kecamatan Kuta Selatan, kabupaten Badung.

Total gigitan anjing yang dilaporkan sejak Nopember 2008 hingga awal Pebruari 2009 sebanyak 534 kali.

Manusia yang tergigit anjing terbanyak terjadi di kota Denpasar yakni 402 kali, menyusul Kabupaten Badung 102 kali, Gianyar 16 kali, Tabanan tujuh kali, Buleleng dua kali serta Bangli dan Karangasem masing-masing tiga kali.
“Warga yang tergigit anjing agar segera mencici lukanya selama 10-15 menit sebelum mendapat penanganan dokter Puskesmas, rumah sakit maupun dokter praktek swasta,” ujar dr Subrata, Kepala Bidang Penanggulangan penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas kesehatan Propinsi Bali.

Sementara itu, sampai April ancaman virus anjing gila itu kembali muncul, ditandai dengan masih ada saja mereka yang jadi korban gigitan anjing dan masuk RS. Bahkan, hanya dalam hitungan sehari, ada sekitar 36 orang masuk RS gara-gara digigit anjing. Dan, ini bila tidak ditanggapi serius bisa berisiko.Seperti dikemukakan sekretaris tim dokter penanggulangan penyakit rabies RS Sanglah, dr Ken Wirasandi, kepada wartawan dia mengungkapkan bahwa dari hasil pertemuan pusat terkait merebaknya kasus rabies, diperkirakan Depkes RI akan mencoba mengoptimalkan serum anti rabies (SAR) sebagai solusi. "Harapannya pengoptimalan SAR oleh pusat ini untuk mengupayakan dan menekan jatuhnya korban tambahan akibat rabies," jelasnya. Namun, bagaimana detail SAR itu dia belum menguraikan.

Dengan tingginya angka kunjungan pasien korban gigitan anjing itu, tak pelak karena banyak dari mereka yang masih trauma dan sanksi dengan upaya pemerintah dalam mencegah merebaknya kasus rabies di Bali. Bahkan rasa waswas itu sendiri seperti diakui petugas RS. "Warga banyak trauma dengan kasus pasien tewas akibat gigitan anjing, makanya sampai detik ini (kemarin) tidak sedikit warga yang datang akibat takut dari dmpak gigitan," terang petugas.

Masih terkait 36 orang korban gigitan anjing, setidaknya terinci 23 gigitan baru dan 13 lainnya melakukan vaksinasi anti rabies ulang. Sedangkan dr Ken yang dikonfirmasi menyatakan bahwa meski kasus di lapangan masih tinggi, namun menurutnya secara umum sejatinya sudah mengalami penurunan, dibandingkan beberapa waktu sebelumnya.

Bahkan, terkait dengan kasus gigitan anjing dengan rata-rata 20-30 orang per hari yang masuk RS, diperkirakan secara keseluruhan jumlah korban gigitan dan sempat dilarikan ke RS Sanglah sudah menembus angka 2.500 korban lebih.


Artikel Terkait:

Bookmark and Share

0 Komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

  © Blog drhyudi by Ourblogtemplates.com

BACK TO TOP