Blog Drh. YUDI Selamat Datang di Blog Drh YudiBlog Drh. YUDI Blog Ini Menyajikan Informasi Tentang Kesehatan Hewan dan Peternakan. Selamat Membaca dan Terima Kasih Blog Drh. YUDI

Virus Flu Burung Menyebar ke Siak

Setelah menyebar di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Pelalawan, Riau, virus flu burung mulai muncul di Kabupaten Siak. Penyebaran virus cukup cepat dan dalam tempo tiga hari, atau sampai kemarin, sudah tiga wilayah yang terjangkit virus, yakni Desa Telukmasjid, Desa Teluk Batil, dan Kelurahan Sungai Apit.
"Kemarin tujuh ayam mati mendadak di Kelurahan Sungai Apit. Atas kejadian itu, Dinas Peternakan Siak menurunkan tim untuk melakukan tes terhadap ayam yang mati. Ternyata dari sampel yang diambil, ayam tersebut positif tertular virus flu burung," ujar Camat Sungai Apit Indra Atmaja yang dihubungi hari Rabu (8/4).

Disebarkan
Menurut Indra, hasil tes tersebut langsung disebarkan kepada masyarakat dan tim Dinas Peternakan bersama aparat kecamatan sudah membuat langkah-langkah antisipatif mengurangi penyebaran.
Semua kepala desa, ketua RT, dan ketua RW dikumpulkan untuk mengimbau warga agar waspada terhadap penyebaran virus.
Tim Dinas Peternakan sudah melakukan penyemprotan di lokasi kandang-kandang ayam milik warga.
Pemusnahan
Secara khusus, kepada warga di tiga desa yang terjangkit virus, Indra mengimbau agar dilaksanakan pemusnahan unggas peliharaan segera. Pada Rabu kemarin sebagian warga sudah memusnahkan ayam peliharaannya.
Hanya saja, kata Indra, sebagian besar warga lainnya justru merasa keberatan untuk memusnahkan unggasnya.
Mereka meminta agar pemerintah memberi kompensasi terhadap ayam yang akan dimusnahkan.
"Kami bukan tidak mau memberi kompensasi, tetapi tidak ada anggaran untuk itu. Sebagai aparat pemerintah, kami sudah menyampaikan pesan kepada warga betapa bahayanya akibat yang ditimbulkan flu burung. Seluruh prosedur penanggulangan juga sudah dilakukan, termasuk memberi informasi kepada warga. Pemberitahuan juga sudah kami sampaikan melalui masjid-masjid. Kalau warga keberatan ayamnya dimusnahkan, kami tidak dapat memaksakan," kata Indra.
Maret
Pada tahun 2009 ini, virus flu burung di Provinsi Riau kembali muncul setelah mereda tahun 2008.
Kasus flu burung pertama kali ditemukan di Desa Dundangan, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, bulan Maret lalu.
Pada akhir Maret lalu, virus mematikan itu memakan korban seorang anak balita bernama Ibnu Wahyu Saputra (3), warga Kota Pekanbaru.
Di beberapa tempat, selain di Provinsi Riau, virus ini dilaporkan mulai kembali menyerang unggas. (Sumber :Kompas.com, 9 April 2009)





Artikel Terkait:

Bookmark and Share

0 Komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

  © Blog drhyudi by Ourblogtemplates.com

BACK TO TOP