Blog Drh. YUDI Selamat Datang di Blog Drh YudiBlog Drh. YUDI Blog Ini Menyajikan Informasi Tentang Kesehatan Hewan dan Peternakan. Selamat Membaca dan Terima Kasih Blog Drh. YUDI

Kejutan Wabah Flu Babi

Artikel ini dimuat di www.vet-indo.com, 30 April 2009
Setelah wabah flu burung yang melanda dunia sejak tahun 2004 dan sampai sekarang masih bersifat endemik di beberapa negara termasuk Indonesia, dunia kembali dikejutkan dengan munculnya flu babi setelah sekian lama tidak pernah ditemukan.

Berawal dari Meksiko yang melaporkan warganya terinfeksi flu babi dan sampai saat ini dalam waktu tidak terlalu lama mengakibatkan kematian sekitar 152 orang, 20 orang dinyatakan positif virus flu babi dan sekitar 1.004 orang tertular virus ini. Kemudian Amerika Serikat juga melaporkan adanya flu babi di Texas dan California yang sudah menewaskan 8 orang warga.

Kurang dari sebulan beberapa negara melaporkan telah ditulari oleh virus flu babi, diantaranya Kanada, Prancis, Inggris, Italia, Spanyol, Korea Selatan, Selandia baru, Australia, Brazil, Kolombia dan Israel. Dengan keadaan yang demikian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan munculnya wabah flu babi telah mengancam akan terjadinya pandemi dengan jumlah korban yang besar terutama manusia, dan meningkatkan level bahaya ke level 4 yaitu mengindikasikan resiko pandemi global sudah di depan mata.

Keadaan ini sangat tidak menguntungkan dan menimbulkan kekhawatiran negara-negara di dunia, tetapi dengan memperhatikan langkah-langkah antisipasi dan pencegahan yang menyeluruh terhadap keluar masuknya orang di pintu-pintu masuk utama seperti bandara-bandara dan pelabuhan laut dapat meminimalisir penyebaran virus.

Karakteristik dari penyebab flu babi yang ditemukan di meksiko virus influenza tipe A H1N1 sebenarnya jamak ditemukan di babi, akan tetapi yang dikhawatirkan sekarang ini adalah kemungkinan jenis virus flu babi ini hasil mutasi dari berbagai jenis virus influenza khususnya virus influenza yang berasal dari manusia dan unggas yang mengalami perubahan genetik (mutasi genetik, antigenic shift) pada babi. Babi merupakan tempat pencampuran (mixing vessel) atau meminjam istilahnya CH Nidom, babi menjadi tempat "koalisi" virus. Hal ini memungkinkan karena dalam tubuh babi terdapat reseptor yang dapat mengikat kedua jenis virus influenza tersebut, reseptor alfa 2,6 sialic acid untuk mengikat influenza manusia dan 2,3 sialic acid untuk mengikat virus influenza unggas.

Dengan demikian apabila terjadi percampuran dari berbagai jenis virus influenza dan mengalami mutasi dalam tubuh babi, menurut banyak ahli dapat menghasilkan tipe virus baru dan biasanya bersifat lebih ganas, maka bukan tidak mungkin ancaman pandemik benar-benar akan terjadi dan penularan antarmanusia bukan sesuatu yang mustahil.

Satu hal lain yang perlu diingat bahwa sejak ditemukannya virus flu babi ini, sejarah mencatat kejadian pandemi telah terjadi berulang-ulang dengan siklus 90-100 tahunan, dan diyakini virus ini selalu mengalami mutasi dan adaptasi sebagai kegiatan virus untuk mempertahankan hidupnya, ketika terjadi pandemi dengan kematian tinggi dan apabila orang mampu sembuh dari infeksi tersebut serta memiliki antibodi terhadap virus itu maka keganasan virus mungkin berkurang atau tidak patogen lagi. Tetapi di pihak lain virus tetap berkembang dengan perubahan-perubahan antigenic shift misalnya dan ketika lingkungan mendukung virus akan kembali muncul dan barangkali menyebabkan bahaya pandemi seperti yang ditakutkan sekarang ini. Flu babi muncul dan menebar peringatan sekaligus ancaman, Akankah siklus pandemik itu akan berulang? Semoga saja tidak.


Artikel Terkait:

Bookmark and Share

0 Komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

  © Blog drhyudi by Ourblogtemplates.com

BACK TO TOP