Blog Drh. YUDI Selamat Datang di Blog Drh YudiBlog Drh. YUDI Blog Ini Menyajikan Informasi Tentang Kesehatan Hewan dan Peternakan. Selamat Membaca dan Terima Kasih Blog Drh. YUDI

Yersiniosis

Sinonim: Pseudotuberkulosis.
Etiologi
Yersinia tuberculosis (paling pathogen dan sering menimbulkan penyakit). Yersinia enterocolitica, Y. fredericksenii, Y. kristensenii, Y. intermedia.
Merupakan bakteri gram negatif, batang dan motile. Dapat tumbuh pada -2 sampai 45°C. Dapat dirusak oleh pemanasan 60°C selama 1-3 menit. Lebih tahan dingin, hanya berkurang sedikit pada ayam yang disimpan pada -18°C selama 90 hari.

Kejadian dan penyakit pada hewan
Yersinia sering menyebabkan penyakit pada hewan dan burung, selain itu juga terdapat dalam saluran pencernaan berbagai jenis hewan yang tidak menunjukkan gejala klinis.
Umumnya gejala subklinis Y. pseudotuberculosis sering menyerang kelinci dan marmut. Dapat menyebabkan abortus dan placentitis pada domba.
Yersinia tersebar luas di alam dengan hewan berdarah pnas sebagai sumbernya. Terdapat pada sapi, rodensia liar. Menyebabkan penyakit pada hewan muda dan kasus penyakit lebih tinggi terjadi pada musim dingin, keadaan stress. Dari semua jenis hewan, strain bakteri yang dilepaskan oleh babi merupakan sumber terbesar penyebab wabah pada manusia.
Penularan dan penyakit pada manusia
Penularan umumnya melalui oral dengan bahan makanan dan air sebagai perantara. Makanan yang dilaporkan berhubungan dengan letupan penyakit keracunan makanan adalah susu dan hasil olahannya.
Gejala Umum
Diare, demam, sakit perut, muntah, sakit kepala, pharingitis dan dapat berlanjut menjadi enterokolitis, mesenterik limfadenitis akut dan septikemia.
Umumnya menyerang balita dengan gejala demam tinggi dan sakit perut pada bagian kanan bawah sehingga sering dikelirukan dengan radang usus buntu.
Kejadian penyakit paling sering pada orang yang menderita gangguan penyakit lain atau pada manula.
Diagnosa
Diagnosa ditegakkan dengan melakukan isolasi bakteri dari spesimen feses.
Pengobatan
Yersinia sensitif terhadap cotrimaxasole, gentamisin dan cefotaxime.


Artikel Terkait:

Bookmark and Share

0 Komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

  © Blog drhyudi by Ourblogtemplates.com

BACK TO TOP