Blog Drh. YUDI Selamat Datang di Blog Drh YudiBlog Drh. YUDI Blog Ini Menyajikan Informasi Tentang Kesehatan Hewan dan Peternakan. Selamat Membaca dan Terima Kasih Blog Drh. YUDI

Salmonellosis

Agen penyebab:
Berbagai serovar (sekitar 500) dari sekitar 2300 serovar Salmonella yang telah diidentifikasi. Bakteri ini gram negatif, batang pendek, memfermentasi laktosa, sukrosa dan salisin menghasilkan gas.
Epidemiologi
Dari segi epidemiologi, Salmonella dibedakan menjadi 3 grup:
1. Yang patogen pada manusia, yaitu S. typhi, S. paratyphi A, B dan C. Salmonella paratyphi B disebut juga S. schottmuelleri dan S. paratyphi C disebut S. hirschfeldii. Bakteri ini menyebabkan penyakit typhus dan paratyphus dan tidak zoonosis.
2. Serotipe yang mempunyai host pada hewan tertentu (umumnya patogen pada manusia dan dapat disebarkan melalui makanan) yaitu S. gallinarium (ayam), S. Dublin (sapi), S. abortusequi (kuda), S. abortus ovis (domba), S. cholerasuis (babi).
3. Serotipe yang tidak mempunyai host khusus (patogen pada manusia dan hewan lain dan termasuk penyebab Foodborne Disease).


Kejadian dan penyakit pada hewan
- Semua serovar kecuali S. typhi dan S. paratyphi menyebabkan penyakit pada berbagai hewan. Salmonella telah diisolasi pada berbagai jenis hewan, termasuk hewan liar, kura-kura, serangga dan reptilian.
- Hewan dapat mengeluarkan Salmonella dari tubuhnya tanpa menunjukkan gejala klinis sakit.
- Gejala pada hewan umumnya berupa gastroenteritis.
Penularan dan kejadian penyakit pada manusia
- Infeksi manusia umumnya melalui tertelannya makanan dan minuman yang tercemar feses yang mengandung salmonella.
- Habitat utama Salmonella adalah saluran usus hewa dan manusia. Bakteri ini tersebar melalui feses yang dapat mencemari lingkungan termasuk air, pekerja makanan sehingga sampai pada bahan makanan dan menyebabkan penyakit apabila tertelan dalam jumlah yang memadai.
- Penyebaran bakteri pada daging terjadi saat pemotongannya tercemar oleh kotoran feses, bulu, kulit dan bahan lain yang tercemar oleh feses. Salmonella diisolasi paling sering pada unggas.
Gejala Klinis
- Gejala klinis tergantung dari serotype dan patogenitas bakteri.
- Salmonellosis (tidak termasuk demam tipes) mempunyai masa inkubasi 12-14 jam dengan gejala utama gastroenteritis.
Diagnosa
1. Isolasi bakteri dalam darah pada masa septikemia.
2. Pengukuran titer antibodi dalam darah.
3. Isolasi bakteri pada feses penderita.
4. Isolasi bakteri pada sisa makanan penderita.
Pengobatan
Terapi penderita dengan pemberian antibiotika.


Artikel Terkait:

Bookmark and Share

0 Komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

  © Blog drhyudi by Ourblogtemplates.com

BACK TO TOP