Blog Drh. YUDI Selamat Datang di Blog Drh YudiBlog Drh. YUDI Blog Ini Menyajikan Informasi Tentang Kesehatan Hewan dan Peternakan. Selamat Membaca dan Terima Kasih Blog Drh. YUDI

Q-FEVER

Etiologi
Ricketsia Coxiela burnetti.
Kejadian dan penyakit pada hewan
- Terdapat pada berbagai jenis hewan domestik dan tidak dipelihara (feral) tanpa menunjukkan gejala klinis.
- Di New Zealand, kerbau-kerbau feral diduga sebagi sumber infeksi pada hewan dan manusia.
- Riketsia dikeluarkan hewan melalui air susu, urin, feses, cairan uterus dan plasenta.
- Masa inkubasi 2-3 minggu
- Prepalensi lebih tinggi pada sapi perah dibandingkan dengan sapi potong.


Penularan dan penyakit pada manusia
- Penularan melalui inhalasi dan ingesti, plasenta dan kolostrum.
- Infeksi pada manusia terutama karena menghirup C. burnetti dalam udara atau debu dari kambing, sapi, domba yang terinfeksi.
- Hewan lain seperti anjing, kucing, kuuda, rusa berperan sebagai sumber penularan.
- Riketsia dapat terbawa angin dan mengkontaminasi bulu hewan, wool, pakaian, bahkan rambut dan bulu anjing sehingga kemana-mana.
- Orang yang beresiko adalah pekerja RPH, dokter hewan lapangan, peternak, dan pekerja pengangkut ternak.
Gejala Klinis
1. Secara khas gejala akut ditandai dengan demam mirip flu yaitu demam tinggi, menggigil, sakit kepala amat sangat dan berkeringat banyak, fotophobia, dan rasa sakit pada persendian otot.
2. Jalannya penyakit akut berlangsung 1-4 minggu diikuti penurunan berat badan.
3. Pada prooses pertengahan penyembuhan, komplikasi sekunder dapat terjadi yaitu myopericarditis, plural effusion, orchitis, epididymitis, nekrosis sumsum tulang atau thrombosis arteri/vena perifer.
4. Pada keadaan akut atau subklinis, pada saat 3-12 bulan kemudian dapat terjadi swinging fever, mual, lemas,, fatique dan menurunnya berat badan. Dapat juga terjadi clubbing pada jari-jari, hematuria, pembesaran limfa dan jantung, emboli arteri.
Pengobatan
- Pengobatan Q Fever pada manusia adalah dengan tetrasiklin dan kloramfenikol. Di Australia pekerja beresiko mendapat penularan penyakit ini diharuskan mendapat vaksinasi yang kekebalannya berlangsung lima tahun.



Artikel Terkait:

Bookmark and Share

0 Komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

  © Blog drhyudi by Ourblogtemplates.com

BACK TO TOP