Blog Drh. YUDI Selamat Datang di Blog Drh YudiBlog Drh. YUDI Blog Ini Menyajikan Informasi Tentang Kesehatan Hewan dan Peternakan. Selamat Membaca dan Terima Kasih Blog Drh. YUDI

Ornithosis

Nama lain: Psittacosis, Parrot Fever.
Etiologi
Chlamydia psittaci. Chlamydia: merupakan mikroorganisme antara bakteri dan virus. Dinding sel menyerupai bakteri, membelah dengan pembelahan dan bersifat obligat intra seluler. Gram positif menyebabkan penyakit pada berbagai hewan termasuk burung.


Kejadian dan penyakit pada hewan
- Terutama terdapat pada burung jenis psittacine (parkit dll), menyebabkan diare, gangguan pernafasan, konjungtivitis dan nasal discharge, enteritis, hepatitis dan splenitis. Bakteri menetap dalam limfa dan diekskresikan dalam tinja.
- Mortalitas dan morbiditas tertinggi pada unggas muda. Pada burung dewasa mortalitas mencapai 20 %.
- Wabah pada unggas menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup besar.
- Burung yang sudah terinfeksi sejak kecil dapat menunjukkan gejala diare atau tidak menunjukkan gejala sakit tetapi berperan sebagai pembawa penyakit ddan sumber penularan bagi burung lain dan manusia.
Penularan dan penyakit pada manusia
- Penularan dapat melalui inhalasi kotoran burung peliharaan, kontak langsung atau karkas, dan penularan dari manusia ke manusia pernah dilaporkan.
- Masa inkubasi penyakit 1-2 minggu.
- Gejala klinis yang khas adalah demam tiba-tiba, sakit tenggorokan, fotophobia, anoreksia, sakit kepala, sakit otot dan batuk non produktif menetap (khas). Setelah dua minggu, bakteri dapat ditemukan dalam air ludah. Bakteri ini juga menyebabkan bintik peradangan pada paru-paru.
- Yang beresiko adalah pedagang burung, pemelihara burung dan dokter hewan. Pada daerah endemik Ornithosis pada itik dan kalkun, yang beresiko terkena penyakit adalah petugas yang mengerjakan karkas.
Diagnosa
Pengukuran titer antibodi yang mencapai 4 kali lipat antara masa akut dan setelahnya.
Pengobatan
- Tetrasiklin dengan dosis 2 g/hari selama 21 hari.



Artikel Terkait:

Bookmark and Share

1 Komentar:

Anonymous said...

mo nanya pak dokter...bagaimana cara mengurangi zat Psittacine pada burung...?.. dan bagaimana efeknya jk burung kekurangan zat Psittacine secara drastis..?...trims pak dokter...

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

  © Blog drhyudi by Ourblogtemplates.com

BACK TO TOP