Blog Drh. YUDI Selamat Datang di Blog Drh YudiBlog Drh. YUDI Blog Ini Menyajikan Informasi Tentang Kesehatan Hewan dan Peternakan. Selamat Membaca dan Terima Kasih Blog Drh. YUDI

Leptospirosis

Sinonim: Red-Water Disease pada sapi.
Agen penyebab
Semua serovar dari Leptospira interrogans (mempunyai 19 serovar berdasarkan serum agglutination test).
Kejadian dan penyakit pada hewan
- Hewan dapat mengeluarkan bakteri tanpa menunjukkan gejala sakit.
- Serovar Pomona hardjo menyerang sapi, babi, dan domba menyebabkan abortus atau lahir dini.
- Gejala umum adalah demam, malaise, anorexia, ikterus, haemoglobinuria dan kematian.
- Kejadian khusus pada semua hewan adalah terjadinya kolonisasi bakteri pada ginjal menyebabkan leptospiruria.
- Urin hewan terinfeksi merupakan sumber utama penyebaran dari hewan ke hewan melalui kutan, membrane mukosa dan aerosol.


Epidemiologi
- Setiap serovar mempunyai iinduk semang pemeliharaan (maintenance host) yang ditandai dengan gejala klinik yang minimal dan masa lepstopiruria, yang cukup untuk menularkan dari generasi ke generasi.
- Serovar hardjo mempunyai maintenance host sapid an leptospiruria terjadi sampai 2 tahun.
- Serovar Pomona dan tarrasovi di babi (babi umumnya berperan sebagai sumber penyebar penyakit pada hewan lain terutama sapi).
Penularan dan penyakit pada manusia
- Penularan umumnya terjadi melalui kontak dengan urin hewan.
- Penularan melalui makanan disebabkan oleh urin tikus liar yang mengkontaminasi bahan makanan.
Penyakit pada manusia dibagi atas icteric dan anicteric.
1. Anicteric
Gejala: demam, sakit kepala, fotopobia, myalgia, muntah, sakit perut. Dapat terjadi septicemia.
2. Icteric (weil’s disease)
Bentuk ini lebih berat daripada bentuk anicteric, ditandai dengan kegagalan fungsi jantung dan ginjal, kekuningan dan haemorhagic.
Kelompok yang beresiko
- Dokter hewan saat melakukan otopsi atau pada saat pekerjaan di laboratorium (melalui lecet kulit, laserasi dan konjunktiva).
- Pekerja rumah potong hewan.
Diagnosa
Kultur darah pada masa septikemik, test serologis.
Pengobatan
- Dengan antibiotik penisilin dan tetrasiklin.



Artikel Terkait:

Bookmark and Share

0 Komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

  © Blog drhyudi by Ourblogtemplates.com

BACK TO TOP