Blog Drh. YUDI Selamat Datang di Blog Drh YudiBlog Drh. YUDI Blog Ini Menyajikan Informasi Tentang Kesehatan Hewan dan Peternakan. Selamat Membaca dan Terima Kasih Blog Drh. YUDI

Erysipeloid

Nama lain: Diamond Skin Disease (pada Babi). Erysipelas.
Etiologi:
Erysipelotrix rhusiopathiae. Gram positif, non motil batang, koloni bersifat menghemolisis alpha pada agar darah, memproduksi asam dan gas pada glukosa, galaktosa, fruktosa dan laktosa. Bakteri ini dapat hidup berbulan-bulan pada tanah dan bahan asal hewan (3 bulan pada karkas). Bersifat patogen pada hampir semua hewan, manusia dan unggas.

Kejadian penyakit pada hewan
- Hewan terinfeksi melalui oral atau per kutan atau sering tidak jelas.
- E. rhusiopathiae menyebabkan penyakit yang disebut erysipelas babi.
- Organisme dikeluarkan melalui feses, urin, dan muntahan hewan sakit dan dapat ditemukan pada tonsil dan saluran pencernaan babi sehat.
Gejala pada hewan dibagi 3:
1. Akut: anorexia, pyrexia (demam), kadang-kadang muntah dan kematian yang cepat.
2. Subakut: lesi kulit, urtikaria dan demam.
3. Kronis: ditandai dengan gejala akut, subakut atau tersendiri. Biasanya menyebabkan Endokarditis dan arthritis.
Penularan dan penyakit pada manusia
- infeksi umumnya terjadi umumnya terjadi melalui kulit, melalui luka, lecet dan tertusuk duri. Sering menyerang pekerja pengolahan ikan dan juga dokter hewan.
- Masa inkubasi 1-14 hari, ditandai dengan rasa sakit yang sangat pada tempat masuknya bakteri, biasanya ujung jari. Terjadi sellulitis di bagian perifer. Sellulitis biasanya terbatas pada tangan, dapat mencapai lengan dan menyebabkan arthritis pada sendi. Dapat terjadi komplikasi yang menyebabkan bakteremia.
Diagnosa
- Dengan kultur dan biopsi.
Pengobatan
- Pengobatan dengan antibiotika penisilin, erythromycin dan tetrasiklin.


Artikel Terkait:

Bookmark and Share

0 Komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

  © Blog drhyudi by Ourblogtemplates.com

BACK TO TOP