Blog Drh. YUDI Selamat Datang di Blog Drh YudiBlog Drh. YUDI Blog Ini Menyajikan Informasi Tentang Kesehatan Hewan dan Peternakan. Selamat Membaca dan Terima Kasih Blog Drh. YUDI

Echinococcosis

Nama lain: Hidatid Disease.
Etiologi
Larva (sistik) dari cacing pita. Ada 3 spesies Echinococcus yaitu E. granulosus, E. vogeli dan E. multilacularis.
Kejadian pada hewan
- Induk semang definitif E. granulosus yang paling umum adalah anjing domestik (termasuk juga dingo, serigala, cayote dan jackal).
- Induk semang antara adalah domba (paling sering), sapi, unta, kerbau, kuda, kambing dan rodensia.
- Anjing domestik dan kucing dapat tertular apabila termakan rodentsia infektif.
- Infeksi Echinococcus dapat ditoleransi dengan baik oleh induk semang hewan.
- Anjing dan induk semang definitive lain dapat mengandung beribu cacingg dalam ususnya tanpa menunjukkan gejala diare dan gejala lainnya. Domba yang mengandung siste hidatid juga sulit dibedakan dengan domba sehat lainnya.

Penularan dan penyakit pada manusia
Cara penularan:
- Cacing dewasa Echinococcus (5-10 mm) terdapat dalam usus induk semang definitif (canine).
- Telur yang mengandung embrio infektif dikeluarkan bersama feses.
- Apabila tertelan oleh iinduk semang antara, telur menetas dan mengeluarkan onchospere yang kemudian berpenetrasi pada mukosa usus dan bermigrasi melalui vena atau saluran limfe pada organ lain.
- Pada organ ini, metacestoda atau siste hidatid berkembang menghasilkan beribu protoscolices.
- Ketika tertelan oleh anjing atau induk semang lainnya setiap protoscolices dapat berkembang menjadi cacing dewasa.
- Manusia terutama anak-anak sering tertular Echinococcus sebagai induk semang antara, yaitu tertelan telur Echinococcus.
- Hal ini terjadi karena masuknya telur ke mulut melalui tangan yang tercemar telur cacing setelah kontak dengan anjing. Jalan masuk lainnya melalui tanah, air, makanan yang tercemar feses anjing. Kontaminasi makanan oleh feses tikus liar, kutu dan kecoak yang mengandung proglotid karena sebelumnya menelan feses anjing terinfeksi.
- Lalat dapat menyebarkan penyakit setelah hinggap pada feses anjing.
- Sumber lain: bulu domba yang telah digembalakan pada rerumputan yang telah terkontaminasi oleh feses anjing gembala.
Gejala Klinis
- Paling sering terjadi: E. granulosus, menyebabkan terbentuknya kiste pada hati, paru-paru, ginjal, limfa, jaringan syaraf dan tulang.
- E. multilocularis menyebabkan alveolar hidatid disease yang sangat invasive dan destruktif yang menyebabkan tumor solid yang sering dikelirukan dengan sirosis atau karsinoma.
- E. vogeli menyebabkan polisistik hidatid yang member gejala seperti penyakit oleh E. granulosus dan E. multilocularis.
- Gejala klinis pada manusia adalah rasa sakit pada perut, batuk, demam naik turun, sakit kepala, muntah, berkeringat banyak dan terjadi diare.
Diagnosa
Hemaglutination Test dan Complement Fixation Test (CFT).
Pencegahan
Pencegahan anjing tertular Echinococcus dengan cara:
- Mencegah member makan induk semang antara yang infektif. Pengawasan pemotongan hewan untuk mencegah dijualnya daging yang menganduung siste dan pemusnahan yang baik bahan apkirann RPH agar tidak dimakan oleh hewan lain.
- Perlindungan personal dengan menjaga kebersihan dan mencuci tangan sebelum makan.



Artikel Terkait:

Bookmark and Share

0 Komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

  © Blog drhyudi by Ourblogtemplates.com

BACK TO TOP